MAMI: Risiko Pasar Bakal Tetap Naik Jika Konflik Timur Tengah Berkepanjangan

AKURAT.CO Eskalasi konflik di Timur Tengah dinilai menjadi faktor utama yang akan menentukan arah pasar keuangan global dan domestik dalam jangka pendek.
Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) menilai dampak terhadap Indonesia sangat bergantung pada kecepatan normalisasi harga dan distribusi minyak dunia.
Senior Portfolio Manager-Equity MAMI, Rizki Ardhi mengatakan lonjakan harga minyak secara historis cenderung berdampak sementara, kecuali disertai tekanan makro yang lebih besar seperti resesi global atau pengetatan moneter agresif.
Baca Juga: Dampak Konflik Timur Tengah Makin Mengkhawatirkan, Gencatan Senjata Harus Disegerakan
“Dampak konflik di Timur Tengah terhadap outlook pasar Indonesia ke depan sangat bergantung pada seberapa cepat normalisasi harga dan pasokan minyak dapat terjadi,” kata Rizki.
Ia menegaskan risiko akan meningkat jika gangguan pasokan berlangsung lebih lama, terutama apabila jalur strategis seperti Selat Hormuz terdampak konflik. Jalur ini merupakan salah satu koridor distribusi minyak terpenting dunia.
Secara historis, gangguan di Selat Hormuz kerap memicu lonjakan harga energi global karena sebagian besar ekspor minyak dari kawasan Teluk melewati jalur tersebut.
Kenaikan harga energi berpotensi mendorong inflasi global, terutama dari komponen transportasi dan energi.
Baca Juga: Blokade Selat Hormuz ala Trump Dinilai Picu Risiko Pembajakan hingga Perang dengan China
Meski demikian, Rizki menilai inflasi inti global masih relatif stabil sehingga tekanan terhadap bank sentral untuk menaikkan suku bunga secara agresif masih terbatas.
Hal ini penting bagi pasar karena arah kebijakan suku bunga global sangat memengaruhi arus modal ke emerging market seperti Indonesia.
Bagi investor domestik, kondisi ini berpotensi meningkatkan volatilitas pasar saham, nilai tukar rupiah, dan yield obligasi pemerintah.
Namun selama gangguan pasokan bersifat sementara dan pertumbuhan ekonomi global tetap stabil, tekanan diperkirakan masih dapat dikelola.
OECD juga masih memproyeksikan pertumbuhan global dalam jalur stabil, sehingga pasar kini fokus pada durasi konflik dan pergerakan harga minyak dalam beberapa hari ke depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 8BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026







