Kredit Tumbuh Tipis, Permata Bank Siap Perkuat Fondasi Keuangan

AKURAT.CO PT Bank Permata Tbk mencatat laba bersih tumbuh 16,6% secara tahunan (year-on-year/YoY) pada kuartal I-2026.
Namun, di saat yang sama, pertumbuhan kredit justru melambat ke level 2,8% YoY, menandakan strategi penyaluran yang lebih selektif di tengah kondisi likuiditas yang melimpah.
Direktur Utama Permata Bank, Meliza M. Rusli mengatakan, hingga Maret 2026, kredit Permata Bank tercatat sebesar Rp161 triliun, naik tipis dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan terutama ditopang oleh segmen korporasi yang naik 6,5% YoY menjadi Rp98,2 triliun, serta komersial tumbuh 1,8% YoY menjadi Rp19,7 triliun.
Baca Juga: Inklusi Syariah Baru 13,41 Persen, Permata Bank Perluas Akses
Di sisi lain, kinerja laba ditopang oleh pendapatan non-bunga yang tumbuh 11,9% YoY.
“Kinerja Permata Bank pada kuartal pertama 2026 mencerminkan ketahanan dan disiplin kami dalam menjalankan strategi bisnis. Didukung oleh permodalan dan likuiditas yang kuat, serta pertumbuhan kredit yang selektif, kami terus menjaga kinerja bank dalam menghadapi dinamika pasar,” ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (24/4/2026).
Dari sisi likuiditas, Loan-to-Deposit Ratio (LDR) naik ke level 87,1% dari sebelumnya 83,2% pada kuartal I-2025. Rasio dana murah (CASA) juga meningkat signifikan menjadi 65,5% dari 58,6% YoY.
Sementara itu, rasio likuiditas berada jauh di atas ambang batas regulator:
Liquidity Coverage Ratio (LCR): 267,4% (minimum 100%)
Net Stable Funding Ratio (NSFR): 122,9%
Permodalan juga tercatat sangat kuat dengan:
CAR: 33,9%
CET-1: 25,9%
Secara historis, industri perbankan Indonesia dalam dua tahun terakhir menghadapi fenomena kelebihan likuiditas, terutama pasca-pandemi COVID-19 dan perlambatan penyaluran kredit di sektor riil.
Data Bank Indonesia menunjukkan pertumbuhan kredit industri perbankan pada 2025 berada di kisaran 10–11%, namun mulai menunjukkan tren moderasi di awal 2026 seiring ketidakpastian global, termasuk tekanan suku bunga tinggi global dan perlambatan ekonomi mitra dagang.
Baca Juga: HijrahFest 2026, Permata Bank Syariah Tawarkan Margin hingga 0,79 Persen
Dalam konteks ini, strategi Permata Bank yang menahan ekspansi kredit mencerminkan pendekatan konservatif yang mulai diadopsi sejumlah bank untuk menjaga kualitas aset.
Hal ini tercermin dari rasio kredit bermasalah (NPL gross) yang tetap terjaga di level 2,2%, dengan Loan at Risk (LAR) turun ke 6,4% dari 7,6% tahun lalu. Bank juga memperkuat pencadangan dengan coverage ratio NPL mencapai 355,7%.
Sehingga melalui strategi ini memiliki dua implikasi utama.
Pertama, bagi nasabah dan pelaku usaha, penyaluran kredit yang lebih selektif berpotensi memperketat akses pembiayaan, khususnya bagi segmen berisiko tinggi. Hal ini bisa berdampak pada perlambatan ekspansi bisnis di sektor tertentu.
Kedua, bagi pasar keuangan, kondisi likuiditas yang tinggi namun tidak sepenuhnya tersalurkan ke kredit berpotensi menekan margin bunga bersih (NIM) perbankan dalam jangka menengah.
Di sisi positif, langkah ini memperkuat ketahanan sektor perbankan. Dengan rasio permodalan dan likuiditas yang tinggi, bank memiliki bantalan kuat menghadapi potensi gejolak ekonomi global.
Di segmen syariah, Permata Bank mencatat laba operasional sebelum provisi sebesar Rp198,4 miliar, tumbuh 5,3% YoY, mencerminkan pertumbuhan yang lebih stabil di tengah ekspansi yang terukur.
Ke depan, Permata Bank menyatakan akan tetap fokus pada penguatan fundamental melalui digitalisasi, pengembangan talenta, serta perluasan kemitraan strategis.
“Ke depan, kami akan terus mengembangkan talenta sumber daya manusia, optimalisasi kapabilitas digital, serta memperluas kemitraan strategis, seiring fokus kami untuk menjadi bank yang semakin relevan bagi nasabah," ujar Meliza.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








