NAB Reksa Dana Tembus Rp710 Triliun, Investor Muda Dominan

AKURAT.CO Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat Nilai Aktiva Bersih (NAB) industri reksa dana mencapai Rp710,29 triliun per 23 April 2026, tumbuh 5,18% secara tahun berjalan (year-to-date/ytd).
Kenaikan ini terjadi di tengah lonjakan jumlah investor yang kini menembus 26,12 juta orang.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Keuangan Derivatif dan Bursa OJK, Hasan Fawzi menyatakan pertumbuhan ini menjadi momentum strategis untuk mempercepat inklusi investasi, terutama di kalangan generasi muda.
Baca Juga: OJK: 59 Juta Rekening Pelajar Topang Dana Perbankan
“Peluncuran program PINTAR Reksa Dana ini akan menjadi momentum strategis dalam upaya kita bersama untuk mendorong dan mempercepat inklusi investasi, khususnya di kalangan generasi muda,” ujar Hasan dikutip dari Channel YouTube OJK, Selasa (28/4/2026).
Data OJK menunjukkan, dari total 26,12 juta investor, sebanyak 24,86 juta berada di sektor pengelolaan investasi. Sebanyak 54,71% di antaranya merupakan investor berusia di bawah 30 tahun, menandakan dominasi generasi muda dalam struktur pasar saat ini.
Secara historis, partisipasi investor ritel di pasar modal Indonesia mengalami lonjakan signifikan sejak periode pandemi COVID-19 pada 2020. Saat itu, kombinasi suku bunga rendah, digitalisasi platform investasi, serta kampanye literasi keuangan mendorong masuknya investor baru, terutama dari kalangan milenial dan Gen Z.
Tren ini berlanjut hingga 2026, dengan pendekatan investasi berbasis teknologi dan metode Systematic Investment Plan (SIP) atau investasi rutin yang semakin populer.
Hasan menegaskan, metode investasi berkala menjadi kunci untuk membentuk perilaku investasi jangka panjang.
“Mengingat 54,71 persen investor adalah generasi muda, pendekatan Systematic Investment Plan diharapkan mampu membentuk kebiasaan disiplin berinvestasi secara berkelanjutan,” kata dia.
Kenaikan NAB dan dominasi investor muda mengindikasikan pergeseran struktur pasar dari yang sebelumnya didominasi institusi menjadi lebih ritel-driven. Hal ini berpotensi meningkatkan likuiditas pasar, namun juga membawa tantangan baru terkait literasi dan perlindungan investor.
Di sisi lain, OJK menargetkan pasar modal dapat berkontribusi sebesar 3,81% atau Rp1,81 kuadriliun terhadap kebutuhan investasi nasional periode 2025–2029 yang diproyeksikan mencapai Rp47,57 kuadriliun.
Baca Juga: OJK Ungkap Likuiditas Valas Longgar, DPK Capai Rp1.525 Triliun
Untuk mencapai target tersebut, OJK bersama Self-Regulatory Organization (SRO) telah menjalankan delapan Rencana Aksi Percepatan Reformasi Integritas Pasar Modal. Hingga April 2026, sejumlah langkah yang telah direalisasikan antara lain:
Peningkatan batas minimum free float
Transparansi klasifikasi investor
Penguatan keterbukaan kepemilikan saham
Tidak hanya itu saja, Hasan juga menekankan pentingnya pengawasan internal industri.
“Asosiasi pengelola investasi harus aktif menjalankan mekanisme kontrol mandiri untuk mengidentifikasi dan mencegah praktik pasar yang merugikan,” ujarnya.
OJK mengatakan juga akan memperluas distribusi produk investasi ke luar Pulau Jawa guna mempercepat inklusi keuangan nasional.
“Janganlah Jakarta atau Pulau Jawa semata hanya menjadi hot spot investasi kita, tapi kita terus sebarkan inklusivitas dari kesempatan berinvestasi masyarakat Indonesia secara luas,” kata Hasan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026










