Akurat Logo

Tokocrypto Genjot Investasi Kripto Lewat Referral dan Produk Derivatif

Saeful Anwar | 28 April 2026, 21:27 WIB
Tokocrypto Genjot Investasi Kripto Lewat Referral dan Produk Derivatif
Ilustrasi kripto.

AKURAT.CO Tokocrypto terus mendorong adopsi investasi aset digital di tengah pasar yang masih fluktuatif.

Strategi yang ditempuh mencakup peluncuran program referral hingga pengembangan produk derivatif guna menjawab perubahan perilaku investor.

Minat masyarakat terhadap kripto pada awal 2026 masih relatif tinggi.

Data Otoritas Jasa Keuangan mencatat jumlah investor aset kripto telah mencapai 21,07 juta akun per Februari 2026, naik dari 20,70 juta pada Januari.

Namun, peningkatan jumlah investor belum diikuti aktivitas transaksi. Nilai perdagangan kripto justru turun dari Rp37,29 triliun pada Januari menjadi Rp29,4 triliun pada Februari 2026.

Kapitalisasi pasar juga menyusut sekitar 14 persen menjadi Rp23,59 triliun, mencerminkan tekanan akibat sentimen global.

CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, mengatakan volatilitas pasar saat ini dipengaruhi faktor makroekonomi dan geopolitik.

Baca Juga: Wamenaker Dorong Kolaborasi Lintas Kementerian, Industri Tembakau Diminta Tak Dianaktirikan

“Ketegangan geopolitik seperti perang dagang antara Amerika Serikat dan China serta konflik di Timur Tengah mendorong sentimen risk-off. Ditambah suku bunga tinggi di AS, likuiditas menjadi lebih ketat dan berdampak pada kripto,” ujarnya.

Ia menilai kondisi ini merupakan bagian dari siklus pasar yang wajar.

Lonjakan pasar pada 2024, kata dia, dipicu momentum seperti halving Bitcoin dan peluncuran ETF di Amerika Serikat, sementara periode 2025 hingga awal 2026 menjadi fase konsolidasi.

Di tengah kondisi tersebut, preferensi investor mulai bergeser.

Instrumen derivatif kian diminati karena dinilai lebih fleksibel dalam menghadapi volatilitas dibandingkan perdagangan spot.

Data menunjukkan volume transaksi derivatif meningkat dari Rp3,88 triliun pada Februari menjadi Rp4,36 triliun pada Maret. Sebaliknya, pasar spot turun dari Rp24,33 triliun menjadi Rp22,2 triliun.

“Kami melihat investor mulai beralih ke derivatif karena menawarkan strategi yang lebih beragam, baik saat pasar naik maupun turun,” jelas Calvin.

Merespons tren itu, Tokocrypto berencana meluncurkan produk derivatif dalam waktu dekat.

Produk ini dirancang agar lebih mudah diakses investor ritel sekaligus membantu pengelolaan risiko secara lebih optimal.

Baca Juga: Pemerintah Harus Segera Investigasi Menyeluruh, Cari Penyebab Tabrakan Kereta di Bekasi Timur

Selain inovasi produk, Tokocrypto juga menghadirkan program referral untuk memperluas basis pengguna.

Melalui program ini, pengguna dapat memperoleh komisi hingga 20 persen dari biaya transaksi referral, serta peluang mendapatkan insentif hingga Rp200 juta per bulan.

Program tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan komunitas secara organik sekaligus meningkatkan partisipasi aktif pengguna dalam ekosistem kripto.

Calvin menegaskan, kombinasi edukasi, inovasi produk, dan insentif menjadi kunci dalam mendorong pertumbuhan industri yang berkelanjutan.

“Melalui program referral dan pengembangan produk seperti derivatif, kami ingin membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat untuk terlibat di ekosistem kripto secara lebih strategis,” pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.