Akurat Logo

Purbaya Sebut Investor China Percaya Ekonomi Indonesia

Andi Syafriadi | 11 Mei 2026, 14:30 WIB
Purbaya Sebut Investor China Percaya Ekonomi Indonesia
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (AKURAT.CO/Andoy)

AKURAT.CO Pemerintah menilai pasar keuangan China memiliki kepercayaan yang kuat terhadap fundamental ekonomi Indonesia, seiring rencana penerbitan surat utang global berdenominasi yuan atau Panda Bond.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan keyakinan investor China terhadap ekonomi Indonesia menjadi salah satu faktor utama yang mendorong penerbitan instrumen tersebut.

Menurut dia, pasar keuangan China tidak terlalu rentan dipengaruhi perubahan peringkat kredit dibandingkan pasar global lainnya.

Baca Juga: Tokenisasi Aset: Kunci Masa Depan Pasar Keuangan Digital di Indonesia?

“China melihat fundamental ekonomi Indonesia cukup baik,” ujar Purbaya di Jakarta, Senin.

Selain itu, China dinilai memiliki likuiditas pasar yang besar sehingga berpotensi menjadi sumber pembiayaan alternatif bagi pemerintah Indonesia.

Purbaya mengungkapkan dirinya juga telah bertemu dengan Industrial and Commercial Bank of China atau ICBC. Dalam pertemuan tersebut, pihak China disebut menyatakan kesiapan untuk berpartisipasi dalam penerbitan Panda Bond Indonesia.

Rencana penerbitan obligasi ini menjadi bagian dari strategi pemerintah memperluas sumber pembiayaan APBN di tengah ketidakpastian global dan volatilitas pasar keuangan internasional.

Selain membuka akses pembiayaan di pasar China, pemerintah Indonesia juga membuka peluang bagi China untuk menerbitkan obligasi di pasar domestik Indonesia sebagai bentuk kerja sama timbal balik.

Sebelumnya, pemerintah telah menerbitkan Dim Sum Bond pada Oktober 2025. Namun, Panda Bond dinilai lebih kompetitif karena menawarkan yield yang lebih rendah, yakni sekitar 2,3% hingga 2,5%.

Baca Juga: BRI Borong 3 Penghargaan Dealer Utama Terbaik 2025 dari Kemenkeu, Perkuat Pasar Keuangan

Langkah diversifikasi pembiayaan tersebut juga dinilai dapat membantu mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap pembiayaan berbasis dolar AS.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.