Akurat Logo

IKK April 2026 Naik, Warga Mulai Kurangi Utang dan Rajin Menabung

Esha Tri Wahyuni | 11 Mei 2026, 15:12 WIB
IKK April 2026 Naik, Warga Mulai Kurangi Utang dan Rajin Menabung
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso

AKURAT.CO Keyakinan konsumen Indonesia tetap berada di zona optimistis pada April 2026.

Namun, di balik stabilnya Indeks Keyakinan Konsumen (IKK), muncul sinyal baru dari perilaku keuangan rumah tangga yakni masyarakat mulai mengurangi porsi utang dan memperbesar tabungan.

Bank Indonesia (BI) mencatat IKK April 2026 berada di level 123,0, naik tipis dibandingkan Maret 2026 yang sebesar 122,9. Level di atas 100 menunjukkan konsumen masih optimistis terhadap kondisi ekonomi.

Baca Juga: AXA Financial Bersihkan 946 Kg Sampah di Kepulauan Seribu

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso mengatakan, optimisme konsumen tetap terjaga terutama didorong membaiknya kondisi ekonomi saat ini.

“Terjaganya keyakinan konsumen pada April 2026 terutama ditopang oleh peningkatan Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE),” ujar Ramdan dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (11/5/2026).

BI mencatat IKE naik menjadi 116,5 dari sebelumnya 115,4. Kenaikan tersebut ditopang oleh membaiknya persepsi masyarakat terhadap lapangan kerja dan pembelian barang tahan lama.

Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja (IKLK) tercatat naik menjadi 108,8 dari sebelumnya 107,8. Sementara Indeks Pembelian Barang Tahan Lama atau durable goods meningkat menjadi 112,6 dari 109,2 pada bulan sebelumnya.

Di sisi lain, Indeks Penghasilan Saat Ini (IPSI) masih berada di level optimistis sebesar 128,1, meski turun dibandingkan Maret 2026 yang sebesar 129,2.

Sinyal paling menarik dari survei kali ini terlihat pada perubahan pola pengelolaan keuangan rumah tangga. BI mencatat rasio cicilan terhadap pendapatan atau debt installment to income ratio turun menjadi 9,7% dari sebelumnya 10,2%.

Pada saat yang sama, rasio tabungan terhadap pendapatan atau saving to income ratio naik menjadi 18,2% dibandingkan Maret 2026 yang sebesar 17,6%.

Sementara itu, proporsi pendapatan masyarakat untuk konsumsi relatif stabil di level 72,1%.

Baca Juga: OJK Implementasi Verifikasi Pialang Asuransi dan Reasuransi Berbasis QR Code untuk Pulihkan Kepercayaan Publik

Data tersebut menunjukkan rumah tangga mulai menjaga keseimbangan keuangan di tengah kondisi ekonomi yang masih dibayangi ketidakpastian global, termasuk perlambatan ekonomi sejumlah negara besar dan tingginya tensi geopolitik dunia sepanjang 2025 hingga awal 2026.

Perubahan perilaku keuangan masyarakat menjadi penting karena konsumsi rumah tangga masih menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), konsumsi rumah tangga selama ini berkontribusi lebih dari 50% terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional.

Kenaikan tabungan masyarakat juga menjadi indikator daya tahan finansial rumah tangga mulai membaik setelah dalam beberapa tahun terakhir tertekan kenaikan harga pangan, suku bunga tinggi, dan ketidakpastian ekonomi global pascapandemi.

Meski demikian, BI juga mencatat ekspektasi konsumen sedikit melandai. Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) April 2026 tercatat sebesar 129,6, turun dari Maret 2026 yang mencapai 130,4.

Penurunan tipis tersebut terjadi meski seluruh komponen ekspektasi masih berada di zona optimistis. BI mencatat indeks ekspektasi penghasilan sebesar 136,9, ekspektasi lapangan kerja 127,7, dan ekspektasi kegiatan usaha 124,1.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.