Akurat Logo

Visa Soroti Lonjakan AI di Pembayaran Digital RI, Bank Diminta Adaptif

Esha Tri Wahyuni | 11 Mei 2026, 18:11 WIB
Visa Soroti Lonjakan AI di Pembayaran Digital RI, Bank Diminta Adaptif
Visa menyoroti lonjakan penggunaan AI dalam pembayaran digital RI dan meminta bank beradaptasi menghadapi era AI commerce.

AKURAT.CO Perusahaan pembayaran digital global, Visa menyoroti perubahan besar industri pembayaran Indonesia seiring semakin masifnya penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam aktivitas transaksi digital.

Dalam Visa Indonesia Client Forum 2026 di Bali, perusahaan menilai AI kini tidak hanya membantu pengambilan keputusan, tetapi juga mulai mampu mengeksekusi transaksi secara otomatis.

Country Manager Visa Indonesia, Vira Widiyasari mengatakan Indonesia saat ini berada dalam fase penting transformasi digital, terutama ketika sistem pembayaran mulai bergerak menuju perdagangan berbasis AI atau AI commerce.

Baca Juga: BI All Out Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Dipakai Intervensi Global

“Indonesia saat ini berada pada fase penting dalam perjalanan digitalnya. Melalui forum ini, kami ingin mempertemukan para pemangku kepentingan untuk bersama-sama memperkuat fondasi sistem keuangan Indonesia, sejalan dengan upaya pemerintah dalam mempercepat digitalisasi,” ujar Vira dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (11/5/2026).

Menurut Visa, perkembangan AI membuat transaksi pembayaran semakin terintegrasi langsung pada momen konsumen memiliki niat bertransaksi. Secara global, agen AI bahkan mulai digunakan untuk melakukan pemesanan inventaris otomatis hingga mengatur perjalanan bisnis secara mandiri.

Perubahan ini dinilai menjadi titik balik bagi industri jasa keuangan. Bank dan institusi pembayaran tidak lagi hanya berfungsi sebagai pemroses transaksi, melainkan mulai bertransformasi menjadi mitra kepercayaan dalam ekosistem perdagangan digital otomatis.

Data resmi Bank Indonesia menunjukkan nilai transaksi uang elektronik di Indonesia terus tumbuh dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2025, transaksi uang elektronik nasional tercatat menembus ribuan triliun rupiah, didorong peningkatan penggunaan QRIS, mobile banking, dan pembayaran digital lintas platform. Tren tersebut menjadi fondasi masuknya teknologi AI dalam sistem pembayaran domestik.

Dalam forum tersebut, Visa juga menyoroti perubahan model bisnis industri pembayaran dari pendekatan berbasis produk menjadi platform dan kolaborasi ekosistem. Artinya, nilai tambah kini tidak lagi dibangun dari produk tunggal, melainkan dari integrasi jaringan, data, dan layanan lintas mitra industri.

Baca Juga: Pakai Teknologi iTero Lumina, Michelle Ziudith Bagi Progres Perawatan Invisalign di Dokgi

Futuris global, Ross Dawson, dalam forum itu menyebut daya saing industri jasa keuangan Indonesia ke depan akan ditentukan oleh kemampuan pelaku industri membangun kepercayaan dan mengombinasikan teknologi dengan keahlian manusia.

Selain itu, Visa menilai era pembayaran cerdas atau intelligent payments akan mendorong hiperpersonalisasi layanan keuangan berbasis AI. Teknologi tersebut memungkinkan layanan disesuaikan secara realtime sesuai perilaku dan preferensi pengguna.

Namun di sisi lain, risiko keamanan siber dan penipuan digital juga dinilai meningkat. Visa menyebut ancaman fraud kini semakin terorganisasi karena memanfaatkan AI untuk menyerang sistem pembayaran digital.

Karena itu, perusahaan memperluas investasi pada infrastruktur cloud-native, solusi keterlibatan pelanggan, dan manajemen risiko berbasis intelijen untuk membantu institusi keuangan meningkatkan keamanan transaksi.

Pentingnya penguatan keamanan pembayaran digital juga sejalan dengan peningkatan kasus kejahatan siber di Indonesia. Data Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) sebelumnya menunjukkan serangan siber terhadap sektor keuangan masih menjadi salah satu ancaman terbesar dalam transformasi digital nasional.

Di sisi bisnis, Visa melihat AI mulai mengubah strategi pemasaran industri pembayaran. Pendekatan berbasis demografi dinilai mulai bergeser ke pendekatan berbasis minat dan pengalaman pelanggan, khususnya untuk menjangkau Generasi Z dan Generasi Alpha.

Visa menyebut pembayaran komersial, kartu cobrand, hingga pendanaan fleksibel kini semakin terintegrasi dalam aktivitas bisnis sehari-hari. Kondisi tersebut dinilai dapat meningkatkan efisiensi operasional dan memperkuat arus kas perusahaan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.