KB Bank Rombak Pengurus Usai Cetak Laba Rp265 Miliar

AKURAT.CO PT Bank KB Indonesia Tbk (KB Bank) merombak susunan Dewan Komisaris dan Direksi dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar di Jakarta, Kamis (12/3/2026).
Perubahan kepemimpinan ini dilakukan sebagai langkah memperkuat tata kelola perusahaan sekaligus mempercepat transformasi bisnis bank yang merupakan bagian dari grup keuangan Korea Selatan, KB Financial Group.
Dalam rapat tersebut, pemegang saham menyetujui pengunduran diri Seng Hyup Shin dari posisi Wakil Komisaris Utama, efektif sejak penutupan rapat.
Posisi tersebut kemudian diisi oleh Tae Doo Kwon, eksekutif senior di KB Kookmin Bank yang saat ini menjabat sebagai Head of Global Growth Support Division. Selain itu, RUPSLB juga menyetujui pengangkatan dua direktur baru, yakni Ju Hwan Yi dan Yungki Prabowo.
Baca Juga: Wujudkan Visi dan Misi Baru, Bank KB Bukopin Gencar Transformasi Teknologi
Direktur Utama KB Bank, Kunardy Darma Lie mengatakan, perubahan struktur manajemen merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam memperkuat fondasi bisnis dan melanjutkan transformasi yang telah berjalan beberapa tahun terakhir.
“Perubahan susunan pengurus ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk terus memperkuat tata kelola, manajemen risiko, dan transformasi digital secara berkelanjutan. Dengan kombinasi pengalaman global dan kapabilitas lokal yang kuat, kami optimistis KB Bank dapat melanjutkan momentum transformasi dan memperkuat pertumbuhan yang sehat serta berkelanjutan,” ujar Kunardy dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat (13/3/2026).
Tae Doo Kwon dikenal memiliki pengalaman panjang dalam pengembangan bisnis global di KB Kookmin Bank, salah satu bank terbesar di Korea Selatan. Ia sebelumnya menjabat Managing Director of Global Business Group serta General Manager Global Planning Department. Pengalaman tersebut diharapkan memperkuat sinergi internasional KB Bank dengan jaringan KB Financial Group.
Sementara itu, Ju Hwan Yi ditunjuk sebagai direktur dengan fokus pada penguatan manajemen risiko. Ia sebelumnya menjabat Executive Vice President sekaligus Chief Risk Officer di KB Prasac Bank Kamboja. Pengalaman di bidang pengelolaan risiko dinilai penting untuk meningkatkan kualitas aset perbankan.
Adapun Yungki Prabowo direkrut untuk memperkuat transformasi teknologi dan operasional. Ia memiliki rekam jejak sebagai Technology and Operation Director serta Chief Technology Officer di Bank ANZ Indonesia, dengan pengalaman dalam pengembangan sistem perbankan digital.
Baca Juga: Fitch Ganjar KB Bank Peringkat Internasional BBB
Dengan perubahan tersebut, susunan Dewan Komisaris KB Bank kini terdiri dari Komisaris Utama Jerry Marmen, Wakil Komisaris Utama Tae Doo Kwon, serta dua Komisaris Independen yakni Stephen Liestyo dan Hae Wang Lee. Sementara jajaran Direksi dipimpin oleh Direktur Utama Kunardy Darma Lie bersama delapan direktur lainnya, termasuk dua direktur baru.
Perubahan pengurus ini terjadi di tengah proses transformasi KB Bank yang mulai menunjukkan perbaikan kinerja. Hingga kuartal III 2025, bank tersebut membukukan laba bersih non-konsolidasi sebesar Rp265 miliar, berbalik dari posisi rugi Rp2,73 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Dari sisi bisnis, penyaluran kredit KB Bank tercatat mencapai Rp44,32 triliun per September 2025, tumbuh 10,83% dibandingkan Rp39,99 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) meningkat 14,48% secara tahunan, didorong lonjakan dana murah atau current account saving account (CASA) sebesar 38,02% year-on-year.
Secara historis, KB Bank merupakan hasil transformasi dari PT Bank Bukopin Tbk setelah diakuisisi oleh KB Financial Group pada 2020.
Sejak saat itu, perseroan menjalankan program restrukturisasi besar-besaran untuk memperbaiki kualitas aset, memperkuat permodalan, serta mempercepat digitalisasi layanan perbankan.
Di industri perbankan nasional, transformasi tersebut menjadi penting karena sektor perbankan menghadapi tekanan kompetisi digital yang semakin kuat.
Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan kredit perbankan nasional tumbuh sekitar 10–11% secara tahunan pada 2025, sementara persaingan pengumpulan dana murah semakin ketat seiring ekspansi bank digital.
Dengan struktur kepemimpinan baru, KB Bank menargetkan penguatan fundamental bisnis, peningkatan kualitas aset, serta pertumbuhan kredit yang lebih selektif dan terdiversifikasi.
Perseroan juga menegaskan bahwa pengangkatan pengurus baru akan efektif setelah memenuhi persyaratan penilaian kemampuan dan kepatutan dari Otoritas Jasa Keuangan sesuai ketentuan yang berlaku.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini











