Akurat Logo

Harga Kurs Dollar AS Hari Ini 18 Mei 2026 Naik, Rupiah Melemah hingga Rp17.630!

Putri Chandra | 18 Mei 2026, 13:45 WIB
Harga Kurs Dollar AS Hari Ini 18 Mei 2026 Naik, Rupiah Melemah hingga Rp17.630!
Ilustrasi, harga kurs dollar AS hari ini 18 Mei 2026. (Freepik)

AKURAT.CO Kenaikan harga kurs dollar AS hari ini membuat nilai tukar rupiah berada di harga Rp17.630, Senin, 18 Mei 2026.

Kenaikan harga kurs dollar AS menjadi perhatian banyak pihak, mulai dari pelaku usaha hingga masyarakat umum. Pelemahan ini dipengaruhi berbagai faktor global dan domestik yang membuat tekanan terhadap mata uang Indonesia semakin besar.

Pelemahan rupiah tidak hanya berdampak pada sektor bisnis dan industri, tetapi juga bisa memengaruhi harga barang impor, biaya perjalanan luar negeri, hingga kondisi perekonomian masyarakat secara umum.

Baca Juga: Komdigi Tegaskan Tak Ada Transfer Data Penduduk Indonesia ke Pemerintah AS


Harga Kurs Dollar Hari Ini 18 Mei 2026

Nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) pada Senin pagi, 18 Mei 2026, mengalami pelemahan. Artinya, harga dollar AS menjadi lebih mahal dibanding sebelumnya sehingga rupiah membutuhkan nilai lebih besar untuk mendapatkan 1 dollar AS.

Per 18 Mei 2026, rupiah turun sekitar 33 poin atau 0,19 persen ke posisi Rp17.630 per dollar AS. Pelemahan ini dipengaruhi sentimen global yang masih memberi tekanan pada mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia.

Pengamat ekonomi dan mata uang Ibrahim Assuaibi menjelaskan bahwa pergerakan rupiah hari ini diperkirakan masih cenderung melemah. Menurutnya, nilai tukar rupiah kemungkinan bergerak di kisaran Rp17.590 hingga Rp17.660 per dollar AS.

Sebelumnya, pelemahan rupiah juga sudah terlihat pada perdagangan Jumat, 15 Mei 2026. Saat itu, rupiah sempat menyentuh angka Rp17.600 per dollar AS.

Baca Juga: Apa Itu Virus Ebola? Kenali Gejala dan Cara Penularannya

Bahkan berdasarkan data Google Finance, nilai tukar rupiah pernah berada di level Rp17.612 per dollar AS sebelum kembali bergerak di sekitar Rp17.579 per dollar AS.

Secara sederhana, melemahnya rupiah berarti nilai mata uang Indonesia sedang turun terhadap dollar AS. Dampaknya bisa terasa pada harga barang impor, biaya perjalanan luar negeri, hingga sektor ekonomi tertentu yang berkaitan dengan transaksi dolar.


Alasan Nilai Tukar Rupiah Melemah

Melemahnya nilai tukar rupiah terjadi karena dipengaruhi kondisi global dan faktor dari dalam negeri. Dari luar negeri, situasi geopolitik dunia dan kenaikan harga minyak membuat kondisi ekonomi global jadi tidak stabil. Hal ini membuat dollar AS semakin kuat dibanding mata uang lain.

Selain itu, suku bunga di Amerika Serikat yang masih tinggi membuat banyak investor memilih menyimpan dana mereka di aset berbasis dollar AS yang dianggap lebih menguntungkan dan aman. Akibatnya, dana asing keluar dari negara berkembang seperti Indonesia sehingga rupiah ikut melemah.

Sementara dari dalam negeri, kebutuhan dollar AS sedang meningkat karena banyak perusahaan melakukan pembayaran utang luar negeri, pembagian dividen, hingga kebutuhan musim haji. Tingginya permintaan dollar membuat nilai rupiah tertekan.


Dampak Pelemahan Nilai Tukar Rupiah terhadap Perekonomian

Pelemahan rupiah bisa memberi dampak cukup besar bagi dunia usaha, terutama industri manufaktur. Banyak pabrik di Indonesia masih memakai bahan baku impor, sehingga ketika dollar naik, biaya produksi ikut menjadi lebih mahal.

Di tengah kondisi investasi dan bisnis yang sedang melambat, banyak perusahaan akhirnya memilih bertahan dibanding memperluas usaha. Untuk menutup biaya produksi yang meningkat, produsen sering kali menaikkan harga jual barang.

Akibatnya, harga produk bisa menjadi lebih mahal dan memicu inflasi, sementara penjualan juga berisiko menurun.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.