Akurat Logo

Investor Ritel Lokal Dominasi Pasar Saham, Dasco Optimistis IHSG Segera Menguat

Esha Tri Wahyuni | 19 Mei 2026, 15:57 WIB
Investor Ritel Lokal Dominasi Pasar Saham, Dasco Optimistis IHSG Segera Menguat
Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad

AKURAT.CO Di tengah tekanan yang melanda pasar saham domestik, Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, mendatangi Bursa Efek Indonesia pada Senin (18/5/2026).

Kunjungan itu dilakukan ketika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebelumnya sempat anjlok lebih dari 3% dan turun ke level 6.300-an akibat tekanan sentimen global serta arus keluar dana asing.

Dalam pertemuan tersebut, Dasco mengaku telah berdiskusi dengan Otoritas Jasa Keuangan, Danantara, hingga jajaran direksi BEI mengenai langkah menjaga stabilitas pasar modal sekaligus memperkuat keyakinan investor global terhadap Indonesia.

Baca Juga: Dasco Sambangi Gedung Bursa Beri Ketenangan ke Pasar

“Kami tadi sudah banyak berdiskusi bagaimana kita meyakinkan untuk menguatkan investor global yang akan masuk di bursa dan sekarang di bursa,” ujar Dasco di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Namun, berbeda dari fokus umum yang selama ini lebih banyak menyoroti aliran dana asing, Dasco justru menekankan pertumbuhan investor ritel domestik sebagai bantalan utama pasar saham Indonesia di tengah volatilitas global.

Menurutnya, peningkatan jumlah investor lokal menjadi modal penting dalam menjaga daya tahan IHSG ketika pasar diterpa tekanan eksternal.

“Tadi kami mendengarkan paparan dari direktur bursa, bagaimana mereka kemudian menyempurnakan regulasi-regulasi yang bisa kemudian meyakinkan dan juga membuat para investor lokal merasa nyaman,” katanya.

Data Kustodian Sentral Efek Indonesia menunjukkan jumlah Single Investor Identification (SID) pasar modal dalam beberapa tahun terakhir memang terus meningkat.

Per akhir 2025, jumlah investor pasar modal Indonesia telah melampaui 15 juta SID, dengan dominasi investor ritel domestik berusia muda. Investor lokal juga tercatat semakin aktif menopang transaksi harian di tengah fluktuasi dana asing.

Menurut Dasco, tren pertumbuhan investor domestik itu menjadi sinyal bahwa fundamental pasar modal Indonesia masih cukup kuat meski dibayangi ketidakpastian global, mulai dari arah suku bunga bank sentral Amerika Serikat hingga tensi geopolitik internasional.

“Sehingga tadi kita lihat bahwa pertumbuhan investor lokal atau retail terus bertambah dan itu kemudian dengan fundamental yang ada kita yakin dan percaya bahwa bursa kita ke depan akan semakin kuat,” ujarnya.

Kunjungan Dasco ke BEI terjadi menjelang penyesuaian konstituen indeks global MSCI yang efektif berlaku pada 29 Mei 2026. Momentum rebalancing MSCI kerap menjadi perhatian pelaku pasar karena berpotensi memicu perubahan arus modal asing, terutama pada saham-saham berkapitalisasi besar yang masuk maupun keluar indeks global.

Pasar sebelumnya juga sempat diguncang aksi jual investor asing yang membuat IHSG turun tajam lebih dari 3% dalam satu hari perdagangan. Tekanan tersebut dipengaruhi kombinasi sentimen eksternal dan dinamika domestik, termasuk kekhawatiran investor terhadap arah pasar negara berkembang.

Dalam kesempatan yang sama, Dasco turut menyinggung harapan pasar setelah 29 Mei mendatang, meski tidak menjelaskan lebih rinci agenda yang dimaksud.

Pernyataan itu memunculkan perhatian pelaku pasar karena bertepatan dengan momentum efektif rebalancing MSCI yang dinilai dapat memengaruhi pergerakan dana asing di Bursa.

“Mudah-mudahan kita akan melihat hasilnya setelah tanggal 29 ini, semua yang dilakukan atas kerja keras dan niat baik ini akan membuahkan hasil,” kata Dasco.

Hal ini dinilai penting karena struktur pasar modal Indonesia dalam beberapa tahun terakhir mulai mengalami pergeseran. Jika sebelumnya pergerakan IHSG sangat bergantung pada dana asing, kini investor domestik perlahan menjadi penopang utama likuiditas pasar.

Kondisi tersebut terlihat dari meningkatnya partisipasi investor ritel selama periode pandemi hingga pascapandemi.

BEI dan OJK sendiri sebelumnya telah meluncurkan berbagai langkah untuk menjaga stabilitas pasar, mulai dari evaluasi regulasi perdagangan, penguatan mekanisme auto rejection, hingga upaya memperluas basis investor domestik melalui edukasi dan digitalisasi akses investasi.

Dasco pun mengapresiasi langkah regulator dan otoritas pasar modal dalam menghadapi tekanan yang terjadi belakangan ini.

“Terima kasih atas kerja keras dari Direksi Bursa maupun OJK yang beberapa hari ini telah bersusah payah menghadapi situasi yang disebabkan oleh pasar global maupun dinamika di dalam negeri,” tuturnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.