Akurat Logo

Bancassurance Tetap Jadi Kanal Utama Penjualan Asuransi Jiwa di Kuartal I-2026

Esha Tri Wahyuni | 3 Juni 2026, 11:21 WIB
Bancassurance Tetap Jadi Kanal Utama Penjualan Asuransi Jiwa di Kuartal I-2026
Pengurus AAJI melakukan pemaparan kinerja industri kuartal I-2026

AKURAT.CO Kanal distribusi bank assurance semakin memperkuat posisinya sebagai motor utama pertumbuhan industri asuransi jiwa Indonesia pada kuartal I-2026.

Data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menunjukkan bank assurance menjadi penyumbang terbesar pendapatan premi industri dengan nilai mencapai Rp18,54 triliun.

Ketua Dewan Pengurus AAJI, Albertus Wiroyo Karsono mengatakan, kemitraan antara perusahaan asuransi dan perbankan masih menjadi model distribusi yang paling efektif dalam menjangkau masyarakat.

Baca Juga: Pembayaran Klaim Asuransi Jiwa Kuartal I-2026 Naik 1,5 Persen, Bukti Resiliensi Industri

"Kanal bank assurance masih menjadi kontributor terbesar dengan pendapatan premi sebesar Rp18,54 triliun. Hal ini menunjukkan bahwa kemitraan antara perusahaan asuransi jiwa dan perbankan masih menjadi model distribusi yang sangat efektif," kata Albertus dalam konferensi pers kinerja industri asuransi jiwa kuartal I 2026 di Jakarta, Selasa (2/6/2026).

Dominasi bank assurance juga terlihat pada premi bisnis baru. Secara weighted, kanal ini menghasilkan premi Rp3,46 triliun. Sementara secara unweighted mencapai Rp13,24 triliun. Posisi tersebut masih unggul dibandingkan kanal keagenan maupun direct marketing.

Pada premi bisnis baru weighted, direct marketing berada di posisi kedua dengan kontribusi Rp2,69 triliun, diikuti keagenan Rp2,42 triliun. Sementara pada premi bisnis baru unweighted, direct marketing mencatat Rp4,92 triliun dan keagenan Rp4,04 triliun.

Menurut AAJI, kuatnya peran bank assurance mencerminkan perubahan perilaku konsumen yang semakin menginginkan layanan keuangan terintegrasi dalam satu ekosistem.

Di sisi lain, kanal keagenan masih menunjukkan ketahanan. Pendapatan premi melalui agen tumbuh 1,2% menjadi Rp14,29 triliun.

AAJI menilai keberadaan agen tetap penting karena mampu memberikan edukasi dan konsultasi langsung kepada masyarakat terkait kebutuhan perlindungan jangka panjang.

Sementara itu, kanal distribusi alternatif juga terus berkembang seiring meningkatnya digitalisasi layanan keuangan. Direct marketing tetap menjadi kontributor utama pada kelompok distribusi alternatif.

Kinerja distribusi yang beragam ini menjadi salah satu faktor penopang pertumbuhan premi bisnis baru industri. Premi bisnis baru secara unweighted tumbuh 5% menjadi Rp27,9 triliun. Sedangkan secara weighted meningkat 1,5% menjadi Rp10,71 triliun.

Pertumbuhan tersebut terjadi di tengah kondisi pasar yang masih penuh ketidakpastian akibat volatilitas investasi pada awal tahun.

Distribusi produk asuransi jiwa di Indonesia selama satu dekade terakhir terus mengalami transformasi. Jika sebelumnya penjualan didominasi agen, perkembangan teknologi keuangan dan integrasi layanan perbankan membuat bank assurance menjadi kanal yang semakin dominan.

Bagi industri, diversifikasi distribusi menjadi faktor penting untuk memperluas penetrasi asuransi yang masih relatif rendah dibandingkan negara-negara Asia lainnya.

AAJI menegaskan strategi memperluas kanal distribusi akan terus dilanjutkan untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap produk perlindungan sekaligus mendorong pertumbuhan industri yang lebih berkelanjutan pada tahun-tahun mendatang.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.