Bancassurance Tetap Jadi Kanal Utama Penjualan Asuransi Jiwa di Kuartal I-2026

AKURAT.CO Kanal distribusi bank assurance semakin memperkuat posisinya sebagai motor utama pertumbuhan industri asuransi jiwa Indonesia pada kuartal I-2026.
Data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menunjukkan bank assurance menjadi penyumbang terbesar pendapatan premi industri dengan nilai mencapai Rp18,54 triliun.
Ketua Dewan Pengurus AAJI, Albertus Wiroyo Karsono mengatakan, kemitraan antara perusahaan asuransi dan perbankan masih menjadi model distribusi yang paling efektif dalam menjangkau masyarakat.
Baca Juga: Pembayaran Klaim Asuransi Jiwa Kuartal I-2026 Naik 1,5 Persen, Bukti Resiliensi Industri
"Kanal bank assurance masih menjadi kontributor terbesar dengan pendapatan premi sebesar Rp18,54 triliun. Hal ini menunjukkan bahwa kemitraan antara perusahaan asuransi jiwa dan perbankan masih menjadi model distribusi yang sangat efektif," kata Albertus dalam konferensi pers kinerja industri asuransi jiwa kuartal I 2026 di Jakarta, Selasa (2/6/2026).
Dominasi bank assurance juga terlihat pada premi bisnis baru. Secara weighted, kanal ini menghasilkan premi Rp3,46 triliun. Sementara secara unweighted mencapai Rp13,24 triliun. Posisi tersebut masih unggul dibandingkan kanal keagenan maupun direct marketing.
Pada premi bisnis baru weighted, direct marketing berada di posisi kedua dengan kontribusi Rp2,69 triliun, diikuti keagenan Rp2,42 triliun. Sementara pada premi bisnis baru unweighted, direct marketing mencatat Rp4,92 triliun dan keagenan Rp4,04 triliun.
Menurut AAJI, kuatnya peran bank assurance mencerminkan perubahan perilaku konsumen yang semakin menginginkan layanan keuangan terintegrasi dalam satu ekosistem.
Di sisi lain, kanal keagenan masih menunjukkan ketahanan. Pendapatan premi melalui agen tumbuh 1,2% menjadi Rp14,29 triliun.
AAJI menilai keberadaan agen tetap penting karena mampu memberikan edukasi dan konsultasi langsung kepada masyarakat terkait kebutuhan perlindungan jangka panjang.
Sementara itu, kanal distribusi alternatif juga terus berkembang seiring meningkatnya digitalisasi layanan keuangan. Direct marketing tetap menjadi kontributor utama pada kelompok distribusi alternatif.
Kinerja distribusi yang beragam ini menjadi salah satu faktor penopang pertumbuhan premi bisnis baru industri. Premi bisnis baru secara unweighted tumbuh 5% menjadi Rp27,9 triliun. Sedangkan secara weighted meningkat 1,5% menjadi Rp10,71 triliun.
Pertumbuhan tersebut terjadi di tengah kondisi pasar yang masih penuh ketidakpastian akibat volatilitas investasi pada awal tahun.
Distribusi produk asuransi jiwa di Indonesia selama satu dekade terakhir terus mengalami transformasi. Jika sebelumnya penjualan didominasi agen, perkembangan teknologi keuangan dan integrasi layanan perbankan membuat bank assurance menjadi kanal yang semakin dominan.
Bagi industri, diversifikasi distribusi menjadi faktor penting untuk memperluas penetrasi asuransi yang masih relatif rendah dibandingkan negara-negara Asia lainnya.
AAJI menegaskan strategi memperluas kanal distribusi akan terus dilanjutkan untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap produk perlindungan sekaligus mendorong pertumbuhan industri yang lebih berkelanjutan pada tahun-tahun mendatang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal










