Belanja Pemerintah Pusat Naik 52,6 Persen hingga Mei 2026

AKURAT.CO Realisasi belanja negara hingga akhir Mei 2026 mencapai Rp1.365,4 triliun atau 35,5% dari target APBN sebesar Rp3.842,7 triliun. Angka tersebut tumbuh 34,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Data Kementerian Keuangan menunjukkan pertumbuhan belanja terutama ditopang oleh percepatan belanja pemerintah pusat yang mencapai Rp1.059,3 triliun atau meningkat 52,6% secara tahunan.
Komponen dengan pertumbuhan tertinggi berasal dari belanja kementerian dan lembaga (K/L). Hingga Mei 2026, realisasinya mencapai Rp517,7 triliun atau melonjak 58,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Baca Juga: Purbaya: APBN Catat Surplus Primer, Ditopang Lonjakan Pajak
Sementara itu, belanja non-K/L tercatat sebesar Rp541,6 triliun atau tumbuh 47% secara tahunan.
Di sisi lain, transfer ke daerah mencapai Rp306,1 triliun atau masih terkoreksi 4,9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan kinerja APBN hingga Mei 2026 masih berada dalam jalur yang terjaga. Hal itu tercermin dari keseimbangan primer yang masih mencatat surplus.
“Karena keseimbangan primer Rp58,6 triliun, sampai sekarang pembiayaan anggarannya Rp379,4 triliun,” ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi Juni 2026 di Jakarta, Jumat.
Keseimbangan primer merupakan selisih antara pendapatan negara dan belanja negara di luar pembayaran bunga utang. Surplus pada indikator ini umumnya mencerminkan kemampuan fiskal pemerintah dalam mengelola pendapatan dan pengeluaran negara.
Dari sisi penerimaan, pendapatan negara hingga Mei 2026 mencapai Rp1.185 triliun atau 37,6% dari target APBN sebesar Rp3.153,6 triliun. Realisasi tersebut tumbuh 19,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Penerimaan perpajakan menjadi kontributor terbesar dengan nilai Rp958,2 triliun. Dari jumlah tersebut, penerimaan pajak mencapai Rp834,4 triliun atau tumbuh 22,1% secara tahunan. Sementara penerimaan kepabeanan dan cukai mencapai Rp123,8 triliun atau naik 0,7%.
Adapun penerimaan negara bukan pajak (PNBP) tercatat sebesar Rp226,4 triliun atau tumbuh 19,9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Meski belanja tumbuh lebih cepat daripada pendapatan, defisit APBN hingga Mei 2026 masih berada pada level Rp180,4 triliun atau setara 0,70% terhadap produk domestik bruto (PDB).
Pemerintah juga telah menarik pembiayaan utang sebesar Rp386 triliun atau 46,4% dari target APBN tahun ini sebesar Rp832,2 triliun.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









