Akurat Logo

Pengertian Cut Loss dan Take Profit dalam Investasi

Redaksi Akurat | 12 Juni 2026, 21:13 WIB
Pengertian Cut Loss dan Take Profit dalam Investasi
Investasi

AKURAT.CO Dalam dunia investasi dan trading, terdapat berbagai istilah yang digunakan untuk membantu investor mengelola risiko dan menentukan strategi dalam mengambil keputusan.

Dua istilah yang cukup sering digunakan adalah cut loss dan take profit, yang berkaitan dengan kapan investor menjual aset yang dimilikinya.

Memahami pengertian cut loss dan take profit penting bagi investor maupun trader karena kedua strategi ini dapat membantu mengendalikan risiko sekaligus mengamankan potensi keuntungan.

Oleh karena itu, mengetahui perbedaan dan cara kerja cut loss serta take profit dapat menjadi bagian penting dalam pengelolaan investasi yang lebih terencana.

Baca Juga: Biar Enggak Nyesel! Begini Strategi Cut Loss yang Dipakai Investor Sukses

Apa yang Dimaksud dengan Cut Loss

Cut loss adalah strategi menjual aset investasi ketika nilainya mengalami penurunan hingga batas tertentu untuk membatasi potensi kerugian yang lebih besar.

Strategi ini sering digunakan oleh investor dan trader sebagai langkah pengelolaan risiko ketika harga aset bergerak tidak sesuai dengan harapan.

Sebagai contoh, seorang investor membeli saham seharga Rp10.000 per lembar dan menetapkan batas cut loss sebesar 10%.

Jika harga saham turun hingga Rp9.000 per lembar, investor dapat memilih untuk menjual saham tersebut guna mencegah kerugian yang lebih besar apabila harga terus menurun.

Apa yang Dimaksud dengan Take Profit

Take profit adalah strategi menjual aset investasi ketika telah mencapai target keuntungan yang ditentukan sebelumnya.

Strategi ini digunakan untuk mengamankan keuntungan yang telah diperoleh sehingga investor atau trader tidak kehilangan potensi profit akibat perubahan harga yang tidak terduga.

Sebagai contoh, seorang investor membeli saham seharga Rp10.000 per lembar dan menetapkan target take profit sebesar 20%. Jika harga saham naik hingga Rp12.000 per lembar, investor dapat menjual saham tersebut untuk merealisasikan keuntungan sesuai target yang telah ditetapkan.

Perbedaan Cut Loss dan Take Profit

Meskipun sama-sama berkaitan dengan keputusan menjual aset investasi, cut loss dan take profit memiliki tujuan yang berbeda. Berikut beberapa perbedaan utama antara keduanya:

1. Tujuan

● Cut loss bertujuan membatasi kerugian agar tidak semakin besar.

● Take profit bertujuan mengamankan keuntungan yang telah diperoleh.

2. Kondisi Penggunaan

● Cut loss dilakukan ketika harga aset mengalami penurunan hingga batas yang telah ditentukan.

● Take profit dilakukan ketika harga aset mencapai target keuntungan yang diinginkan.

3. Dampak terhadap Investasi

● Cut loss membantu mengurangi risiko kerugian yang lebih besar.

● Take profit membantu merealisasikan keuntungan sebelum harga berpotensi berubah arah.

4. Contoh Penerapan

● Investor menjual saham saat harga turun 10% dari harga beli sebagai bentuk cut loss.

● Investor menjual saham saat harga naik 20% dari harga beli sebagai bentuk take profit.

Baca Juga: Arti Cut Loss dalam Investasi: Pengertian, Strategi, dan Cara Tepat Menerapkannya

Mengapa Cut Loss dan Take Profit Penting dalam Investasi?

Cut loss dan take profit merupakan strategi yang penting dalam investasi karena membantu investor mengelola risiko dan mengambil keputusan secara lebih terencana.

Dengan menetapkan batas kerugian dan target keuntungan sejak awal, investor dapat memiliki panduan yang lebih jelas dalam menghadapi pergerakan harga aset.

Selain membantu pengelolaan risiko, kedua strategi ini juga dapat mengurangi pengambilan keputusan yang didasarkan pada emosi.

Dengan menerapkan cut loss dan take profit secara disiplin, investor dapat menjalankan strategi investasi yang lebih konsisten sesuai dengan tujuan dan profil risikonya.

Cut loss dan take profit merupakan dua strategi yang sering digunakan dalam investasi dan trading untuk membantu mengelola risiko serta mengamankan potensi keuntungan.

Meskipun memiliki tujuan yang berbeda, keduanya berperan penting dalam membantu investor mengambil keputusan yang lebih terencana sesuai dengan kondisi pasar dan target investasi.

Memahami pengertian cut loss dan take profit dapat membantu investor menerapkan strategi investasi yang lebih disiplin dan terukur.

Oleh karena itu, penting untuk menentukan batas kerugian dan target keuntungan yang sesuai agar keputusan investasi dapat dilakukan secara lebih efektif.

Hilmah Asysyahidah (Magang)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

R
R