RUPST BEI Angkat Jeffrey Hendrik Jadi Dirut

AKURAT.CO Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (29/6/2026), resmi menetapkan Jeffrey Hendrik sebagai Direktur Utama BEI periode 2026-2030.
Bersamaan dengan pergantian kepemimpinan tersebut, BEI langsung menetapkan peta jalan baru dengan target menggandakan ukuran pasar modal Indonesia dalam lima tahun ke depan melalui peningkatan kapitalisasi pasar, jumlah investor, hingga jumlah perusahaan tercatat.
Pengangkatan Jeffrey Hendrik telah memperoleh persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Surat Nomor SR-10/D.04/2026. Jeffrey menyampaikan BEI menargetkan kapitalisasi pasar Indonesia mencapai Rp30.000 triliun pada 2030, meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan posisi tahun 2025 yang sebesar Rp15.849 triliun.
Baca Juga: BEI: Pelemahan IHSG Dipicu Sentimen, Fundamental Emiten Masih Kuat
"Kami telah menetapkan target Bursa Efek Indonesia pada 2030, target kapitalisasi pasar menjadi Rp30.000 triliun, target rata-rata nilai transaksi harian mencapai Rp31 triliun," kata Jeffrey Hendrik dalam konferensi pers usai RUPST di Gedung Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Senin (29/6/2026).
Selain kapitalisasi pasar, BEI juga menargetkan rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) saham meningkat menjadi Rp31 triliun dari Rp18,1 triliun pada 2025.
Jumlah perusahaan tercatat diproyeksikan melampaui 1.100 emiten dibandingkan 956 emiten pada akhir 2025, sedangkan jumlah investor pasar modal ditargetkan mencapai 35 juta Single Investor Identification (SID), naik dari 20,3 juta SID.
Jeffrey juga menargetkan rasio kapitalisasi pasar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia meningkat menjadi lebih dari 83% pada 2030, dibandingkan 66,5% pada 2025.
"Kemudian target perusahaan tercatat lebih dari 1.100 perusahaan tercatat, jumlah investor pasar modal mencapai 35 juta investor di tahun 2030, dan rasio market cap terhadap GDP di atas 83 persen," ujarnya.
Untuk mencapai sasaran tersebut, BEI menetapkan empat fokus utama, yakni memperkuat bisnis transaksi, mengembangkan sumber pendapatan non-transaksi, meningkatkan jumlah serta kualitas perusahaan tercatat, dan memperluas inklusi investor melalui digitalisasi maupun edukasi pasar modal.
"Kami telah menetapkan goal statement, yaitu kami akan membawa Bursa Efek Indonesia menjadi bursa kelas dunia untuk manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat Indonesia," ujar Jeffrey.
Target ambisius tersebut disampaikan setelah BEI membukukan kinerja terbaik sepanjang sejarah pada tahun buku 2025.
Meski sempat menghadapi tekanan akibat perang dagang global, pelemahan rupiah, dan ketidakpastian geopolitik yang sempat mendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun hingga 5.996 pada awal April 2025 dan memicu penghentian sementara perdagangan (trading halt), pasar modal Indonesia berhasil pulih pada paruh kedua tahun lalu.
IHSG bahkan mencatatkan 24 kali rekor tertinggi sepanjang masa dengan level puncak 8.711, sementara kapitalisasi pasar mencapai rekor Rp16.004 triliun pada 8 Desember 2025.
Dari sisi penghimpunan dana, sebanyak 26 perusahaan melaksanakan penawaran umum perdana saham (IPO) sepanjang 2025 dengan dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp18,1 triliun atau meningkat 26 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Penghimpunan dana melalui efek bersifat utang dan sukuk (EBUS) mencapai Rp217,4 triliun, sedangkan melalui HMETD dan waran mencapai Rp43,7 triliun.
Basis investor juga terus bertambah. Hingga akhir 2025, jumlah investor pasar modal mencapai 20,3 juta SID atau tumbuh hampir 37% secara tahunan.
Sementara itu, jumlah Galeri Investasi meningkat menjadi 1.015 lokasi dengan lebih dari 49 ribu kegiatan edukasi, sedangkan pengguna aplikasi IDX Mobile mencapai 463 ribu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








