Bank Mantap: Silver Economy Jadi Peluang Baru Penggerak Ekonomi Indonesia

AKURAT.CO Direktur Utama Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap), Panji Irawan, menilai, Indonesia perlu mulai mempersiapkan diri menghadapi perubahan struktur demografi dengan mengembangkan konsep silver economy.
Menurutnya, meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia (lansia) bukan lagi sekadar tantangan, tetapi juga peluang ekonomi yang dapat mendorong pertumbuhan nasional.
Panji mengatakan Indonesia tengah memasuki fase transisi demografi yang ditandai dengan meningkatnya usia harapan hidup dan menurunnya angka kelahiran.
Kondisi tersebut, kata dia, menuntut perubahan cara pandang terhadap kelompok lansia yang selama ini lebih banyak diposisikan sebagai kelompok penerima manfaat sosial.
"Kelompok lansia harus dipandang sebagai bagian dari penggerak ekonomi. Mereka memiliki pengalaman, aset, daya beli, dan dalam banyak kasus masih produktif. Inilah yang menjadi fondasi pengembangan silver economy di Indonesia," kata Panji, Sabtu (4/7/2026).
Menurutnya, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan proporsi penduduk berusia 60 tahun ke atas telah mencapai hampir 12 persen dari total populasi.
Angka tersebut menandakan Indonesia mulai memasuki era ageing society yang memerlukan kebijakan ekonomi baru.
Panji menjelaskan, perkembangan tersebut akan menciptakan permintaan terhadap berbagai sektor usaha, mulai dari layanan kesehatan, teknologi kesehatan (health-tech), produk nutrisi, pariwisata ramah lansia, hingga pengembangan hunian dan layanan keuangan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat usia lanjut.
Ia menilai perkembangan pasar tersebut juga membuka peluang besar bagi sektor perbankan, industri jasa keuangan, serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk menghadirkan produk dan layanan yang lebih inklusif.
"Silver economy bukan hanya berbicara mengenai layanan untuk lansia, tetapi juga tentang bagaimana menciptakan ekosistem ekonomi yang membuat masyarakat tetap produktif, mandiri, dan memiliki kualitas hidup yang baik setelah memasuki usia pensiun," ujarnya.
Baca Juga: Bank Mantap Gelar ‘Glow and Grow’, Perkuat Kualitas Hidup dan Kemandirian Ekonomi Lansia
Panji menambahkan, konsep active ageing perlu menjadi bagian dari strategi pembangunan nasional.
Lansia yang masih sehat, kata dia, harus diberikan ruang untuk tetap berkarya sebagai mentor, konsultan, maupun pelaku usaha sehingga mampu mempertahankan kemandirian ekonomi.
Di sisi lain, pemerintah juga perlu memperkuat sistem perlindungan sosial dan mendorong pengembangan instrumen keuangan yang mampu membantu masyarakat mempersiapkan masa pensiun sejak usia produktif.
"Persiapan pensiun tidak cukup hanya melalui tabungan. Dibutuhkan ekosistem keuangan yang mampu menjaga keberlanjutan kesejahteraan masyarakat ketika memasuki usia lanjut," katanya.
Panji juga mendorong pemerintah mempercepat penyusunan kebijakan yang mendukung pengembangan silver economy, termasuk pemberian insentif bagi perusahaan yang mempekerjakan tenaga kerja senior, penguatan sistem investasi hari tua, serta pembangunan infrastruktur dan fasilitas publik yang ramah lansia.
Menurutnya, perubahan struktur demografi tidak boleh dipandang sebagai ancaman bagi perekonomian nasional. Dengan kebijakan yang tepat, fenomena tersebut justru dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru menuju Indonesia Emas 2045.
"Silver economy merupakan strategi jangka panjang untuk menjaga pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Ketika lansia tetap sehat, produktif, dan berdaya, maka mereka tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi juga menjadi bagian penting dari penggerak ekonomi nasional," ujar Panji.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Bentrokan Berdarah Guncang Iran Barat, Pemberontakan Kurdi Kembali Menguat di Tengah Negosiasi AS-Iran?
- 2Update Bagan Piala Dunia 2026 Terbaru: 10 Tim Sudah Lolos ke 16 Besar
- 3Prancis vs Swedia: Cetak Brace, Kylian Mbappe Kudeta Posisi Dua Top Skor Abadi Piala Dunia
- 4Jadwal Lengkap Piala Dunia 2 Juli 2026: Persaingan Sengit Menuju 16 Besar
- 5Kalender Jawa 3 Juli 2026: Weton Jumat Legi Berwatak Tegas, tapi Mudah Marah
- 6Kalender Jawa Juli 2026 Lengkap: Cek Weton, Pasaran, dan Jumlah Neptu
- 7Rencana Trump Jual Jet Tempur F-35 ke Turki Tuai Kritik, Dinilai Bisa Untungkan Rusia
- 8Profil Diska Resha Putra, Suami Sarah Gibson yang Jadi Sorotan Usai Diduga Selingkuh
- 9OTT KPK Tangkap Bupati Langkat Syah Afandin, Masih Diperiksa Intensif
- 1098 Persen Siswa Terbukti Mudah Memahami Pelajaran Berkat Papan Interaktif Digital






