Akurat Logo

PINTU Gelar Kompetisi Trading Crypto Berhadiah Rp150 Juta

Andi Syafriadi | 7 Juli 2026, 14:38 WIB
PINTU Gelar Kompetisi Trading Crypto Berhadiah Rp150 Juta
PINTU menggelar kompetisi Trade for Glory 2026 dengan total hadiah Rp150 juta dalam bentuk token SPYX. Kompetisi berlangsung hingga 20 Juli 2026.

AKURAT.CO Platform perdagangan aset kripto PINTU kembali menggelar kompetisi trading bertajuk Trade for Glory 2026 yang berlangsung bertepatan dengan momentum Pesta Bola Dunia 2026.

Kompetisi tersebut menawarkan total hadiah senilai Rp150 juta yang diberikan dalam bentuk tokenized Exchange-Traded Fund (ETF) SPYX, aset digital yang merepresentasikan indeks saham S&P 500.

Program ini telah dibuka sejak 16 Juni 2026. Sementara itu, perhitungan poin peserta berlaku surut mulai 11 Juni hingga 20 Juli 2026.

Dalam kompetisi tersebut, peserta mengumpulkan poin berdasarkan volume transaksi pada token yang telah ditentukan. Untuk transaksi di layanan PINTU dan PINTU Pro, setiap transaksi senilai Rp100.000 menghasilkan satu poin. Sementara pada layanan PINTU Futures, setiap volume transaksi sebesar US$10 setara dengan satu poin.

Baca Juga: Harus Tahu! Perbedaan Spot Trading dan Futures Trading Kripto

Perhitungan poin kategori Spot dan Futures dilakukan secara terpisah sehingga peserta memiliki kesempatan untuk bersaing di kedua kategori sekaligus.

Presiden Direktur PINTU, Andy Putra, mengatakan kompetisi ini dirancang tidak hanya sebagai ajang transaksi aset kripto, tetapi juga untuk mendorong pengguna mengasah strategi dan disiplin dalam berinvestasi.

"Trade for Glory 2026 adalah cara kami menghadirkan pengalaman trading yang lebih dari sekadar transaksi biasa. Dengan memadukan semangat kompetisi Pesta Bola Dunia 2026, kami ingin pengguna dapat mengasah strategi dan disiplin trading aset kripto secara lebih terukur," ujar Andy.

Salah satu fitur yang membedakan kompetisi ini adalah mekanisme Final Multiplier. Melalui skema tersebut, peserta berpeluang memperoleh pengali poin hingga 3,5 kali apabila salah satu negara yang mewakili grup token pilihan mereka berhasil melaju ke partai final Pesta Bola Dunia 2026.

Pengali tersebut berlaku terhadap seluruh poin yang telah dikumpulkan sejak awal periode kompetisi pada grup token terkait. Pengumuman penerapan Final Multiplier akan mengikuti jadwal resmi turnamen yang diperkirakan berlangsung pada 16 Juli 2026.

PINTU membagi total hadiah Rp150 juta ke dalam dua kategori, yakni Rp100 juta untuk kategori Spot yang mencakup PINTU dan PINTU Pro, serta Rp50 juta untuk kategori PINTU Futures.

Seluruh hadiah diberikan dalam bentuk token SPYX, yaitu tokenized ETF yang merepresentasikan indeks S&P 500. Nantinya, hadiah akan didistribusikan ke akun pemenang paling lambat 14 hari kerja setelah pengumuman hasil kompetisi.

Baca Juga: Bareskrim: Likuidasi Sepihak Aset Digital Nasabah Bisa Dipidana, Termasuk Kripto

Pemenang akan dibagi ke dalam empat tingkatan, yakni Diamond, Gold, Silver, dan Bronze berdasarkan akumulasi poin tertinggi yang berhasil dikumpulkan selama periode kompetisi.

Andy menambahkan, kompetisi ini juga diharapkan dapat menjadi sarana edukasi bagi pengguna untuk menerapkan strategi investasi yang lebih terukur.

"Seperti halnya pertandingan sepak bola, trading kripto juga membutuhkan persiapan, mulai dari menyusun strategi, melakukan riset hingga menentukan waktu transaksi. Karena itu kami mendorong peserta memahami karakteristik setiap aset dan risikonya sebelum melakukan transaksi," katanya.

PINTU juga mengingatkan bahwa perdagangan aset keuangan digital, termasuk aset kripto, memiliki risiko yang tinggi. Nilai aset dapat berfluktuasi secara signifikan sehingga setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengguna. Selain itu, kinerja historis suatu aset tidak dapat dijadikan acuan untuk hasil investasi pada masa mendatang.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.