Akurat Logo

IHSG Pulih dari Tekanan, Investor Diminta Waspadai Koreksi

Esha Tri Wahyuni | 10 Juli 2026, 07:30 WIB
IHSG Pulih dari Tekanan, Investor Diminta Waspadai Koreksi
ilustrasi Bursa Efek Indonesia

AKURAT.CO Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menutup perdagangan Kamis (9/7/2026) di zona hijau setelah sempat tertekan cukup dalam pada awal sesi.

Meski demikian, sejumlah analis menilai penguatan tersebut belum cukup kuat untuk memastikan tren kenaikan berlanjut, sehingga pergerakan indeks masih berpotensi tertahan di bawah level psikologis 6.000.

Pada penutupan perdagangan, IHSG menguat 0,67% ke level 5.912,4. Sepanjang hari, indeks sempat melemah hingga menyentuh 5.839 sebelum akhirnya berbalik arah dan ditutup menguat.

Baca Juga: IHSG Dibuka Melemah, Saham JELI dan BACH Justru Langsung ARA

Penguatan terbesar ditopang oleh sektor barang baku yang naik 2,1%, sementara sektor kesehatan menjadi penekan utama pasar dengan koreksi 1,24%.

Phintraco Sekuritas menilai IHSG saat ini masih berada dalam fase konsolidasi.

Secara teknikal, penguatan indeks tertahan di area moving average 5 hari (MA5), sementara indikator Stochastic RSI mulai menunjukkan potensi death cross, yang biasanya menjadi sinyal melemahnya momentum kenaikan.

“Sehingga diperkirakan IHSG akan bergerak sideways pada kisaran 5.800-6.000,” tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya.

Meski begitu, indikator MACD masih bertahan di area positif, sehingga peluang penguatan jangka pendek belum sepenuhnya tertutup.

Berbeda dengan Phintraco, MNC Sekuritas melihat IHSG masih memiliki ruang untuk melanjutkan penguatan dengan target pengujian di area 6.083-6.203.

Baca Juga: IHSG Tertekan, Status Indonesia di S&P Jadi Sorotan Investor Asing

Namun, investor juga diminta mewaspadai potensi koreksi apabila IHSG kembali turun ke area 5.752-5.840.

“IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatannya, namun area koreksi tetap perlu dicermati,” tulis MNC Sekuritas.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.