Bukan Hanya untuk Developer, Industri Kripto Butuh Beragam Talenta Profesional

AKURAT.CO Dinamika dunia kerja di Indonesia masih menghadapi tantangan di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan, sebanyak 23.470 pekerja mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) sepanjang Januari hingga Mei 2026.
Kondisi ini mendorong banyak profesional mulai mempertimbangkan arah karier baru. Sekaligus meningkatkan kompetensi agar tetap relevan di tengah perubahan kebutuhan industri.
Di tengah perubahan tersebut, perkembangan teknologi digital justru menghadirkan peluang baru. Seiring berkembangnya industri blockchain dan aset digital di Indonesia, kebutuhan terhadap talenta dengan berbagai keahlian, mulai dari teknologi, kepatuhan (compliance), manajemen risiko, pemasaran, hingga pengembangan bisnis yang terus meningkat, membuka alternatif jalur karier bagi para profesional yang ingin beradaptasi dengan perubahan dunia kerja.
Resna Raniadi, CEO Upbit Indonesia, mengatakan, perubahan lanskap industri saat ini menjadi momentum bagi para profesional untuk mulai mengembangkan kompetensi baru yang relevan dengan kebutuhan masa depan.
Baca Juga: Bangun Talenta Digital dari Indonesia Timur, Upbit Indonesia Perkuat Edukasi Blockchain dan Web3
"Transformasi digital telah mengubah kebutuhan dunia kerja secara signifikan. Saat ini, perusahaan tidak hanya mencari talenta yang memiliki kemampuan teknis, tetapi juga individu yang mampu beradaptasi, berpikir kritis, dan memahami perkembangan teknologi baru seperti blockchain maupun aset digital," jelasnya, kepada wartawan di Jakarta, Jumat (10/7/2026).
Menurut Resna, seiring semakin matangnya regulasi aset keuangan digital di Indonesia, kebutuhan terhadap talenta di bidang kepatuhan, tata kelola, manajemen risiko, hingga perlindungan konsumen juga terus meningkat.
Hal ini menunjukkan bahwa industri kripto tidak hanya berkembang dari sisi teknologi tetapi juga semakin membutuhkan profesional dengan pengalaman dari sektor-sektor konvensional.
"Banyak orang masih menganggap industri kripto hanya membutuhkan developer. Padahal kenyataannya, kami juga membutuhkan profesional di bidang compliance, audit, legal, finance, marketing, hingga customer experience. Justru pengalaman yang diperoleh dari industri lain sering kali menjadi nilai tambah yang sangat relevan," ujarnya.
Resna menjelaskan bahwa kemampuan yang telah dimiliki para profesional dari industri tradisional pada dasarnya dapat diterapkan di ekosistem aset digital.
Baca Juga: Resmikan Web3 Education Center, Upbit Indonesia Perkuat Literasi Blockchain
Pengalaman dalam mengelola risiko, memahami regulasi, membangun hubungan dengan pelanggan, maupun mengembangkan strategi bisnis tetap menjadi kompetensi yang dibutuhkan, hanya saja diterapkan pada industri yang berbeda dan terus berkembang.
Meski demikian, ia menekankan bahwa memasuki industri blockchain tidak cukup hanya mengandalkan pengalaman kerja sebelumnya. Profesional juga perlu terus meningkatkan kompetensi melalui proses upskilling dan pembelajaran berkelanjutan agar mampu mengikuti perkembangan teknologi yang berlangsung sangat cepat.
"Blockchain, Web3, dan aset digital merupakan industri yang berkembang sangat dinamis. Karena itu, kemauan untuk terus belajar menjadi salah satu faktor terpenting. Dengan semakin banyaknya akses edukasi, komunitas, maupun pelatihan yang tersedia saat ini, siapa pun memiliki kesempatan untuk mempersiapkan diri dan membangun karier di industri ini," jelas Resna.
Sebagai salah satu pedagang aset keuangan digital yang berizin, dan berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Upbit Indonesia percaya bahwa pertumbuhan industri yang sehat harus diiringi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Oleh karena itu, perusahaan secara konsisten menghadirkan berbagai program edukasi melalui seminar, workshop, campus roadshow, serta kolaborasi dengan perguruan tinggi dan komunitas di berbagai kota di Indonesia.
"Perubahan industri memang menghadirkan tantangan, tetapi juga membuka peluang baru. Kami percaya Indonesia memiliki banyak talenta yang mampu berkontribusi dalam perkembangan ekosistem blockchain apabila didukung dengan akses edukasi dan pengembangan kompetensi yang tepat. Melalui berbagai inisiatif edukasi, Upbit Indonesia akan terus mendukung lahirnya talenta digital yang siap menghadapi kebutuhan industri di masa depan," Resna menerangkan.
Adapun pernyataan yang disampaikan Resna hanya bertujuan sebagai informasi dan edukasi. Bukan merupakan saran keuangan atau rekomendasi investasi terhadap aset digital tertentu.
Pertimbangkan kondisi keuangan dan profil risiko, serta jangan menggunakan utang untuk berinvestasi. Investasi aset digital memiliki risiko tinggi, termasuk volatilitas harga yang dapat menyebabkan kerugian sebagian atau seluruh dana yang diinvestasikan. Lakukan riset dan pahami aset digital sebelum mengambil keputusan investasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








