Mengapa Anggaran Pendidikan Belum Menyentuh 20 Persen?

AKURAT.CO Pemerintah menargetkan realisasi anggaran pendidikan pada 2026 dapat melampaui batas minimal 20% dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), setelah pada tahun sebelumnya realisasinya tercatat masih berada di bawah amanat konstitusi.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan realisasi anggaran pendidikan pada 2025 mencapai 19,1% dari total realisasi belanja negara.
Angka tersebut memang mendekati ketentuan minimal 20% sebagaimana diamanatkan Pasal 31 ayat (4) UUD 1945, tetapi belum sepenuhnya memenuhi target.
Baca Juga: S&P Pertahankan Rating Investment Grade RI, Purbaya: Kebijakan Ekonomi Pemerintah Kredibel
Menurut Purbaya, belum tercapainya porsi tersebut bukan disebabkan berkurangnya komitmen pemerintah terhadap sektor pendidikan, melainkan karena dinamika pelaksanaan APBN sepanjang tahun anggaran.
"Total belanja negara dapat berubah seiring munculnya kebutuhan baru pada pos pengeluaran lain. Ketika belanja negara meningkat, besaran anggaran pendidikan juga harus disesuaikan agar tetap memenuhi proporsi minimal 20 persen," paparnya dalam Rapat Paripurna DPR RI di Jakarta, Selasa (14/7/2026).
Namun, lanjut Purbaya, penyesuaian tersebut tidak selalu dapat dilakukan secara cepat karena program pendidikan memerlukan proses perencanaan, pengadaan, hingga pelaksanaan yang membutuhkan waktu.
"Dalam pelaksanaan kadang-kadang ada kendala. Bisa saja unit atau kementerian yang menjalankan program belum siap. Yang penting trennya terus meningkat dan sudah mendekati 20 persen. Tahun ini akan kita dorong betul-betul lebih dari 20 persen," ujar Purbaya
Pemerintah memastikan tetap berpegang pada amanat konstitusi yang mewajibkan alokasi anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20% dari APBN maupun APBD.
Baca Juga: Purbaya: Integritas ASN Jadi Penentu Daya Saing Indonesia
Alokasi tersebut disalurkan melalui tiga jalur utama, yakni belanja pemerintah pusat, transfer ke daerah (TKD), dan pembiayaan pendidikan.
Purbaya optimistis target pada 2026 dapat tercapai karena sejumlah program baru mulai dijalankan dan membutuhkan dukungan anggaran yang signifikan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








