Akurat Logo

Penyaluran Kredit Baru di Kuartal II-2026 Melonjak, BI: Optimisme Perbankan terhadap Prospek Ekonomi RI

Esha Tri Wahyuni | 20 Juli 2026, 14:39 WIB
Penyaluran Kredit Baru di Kuartal II-2026 Melonjak, BI: Optimisme Perbankan terhadap Prospek Ekonomi RI
Ilustrasi penayluran kredit baru yang terus tumbuh

AKURAT.CO Bank Indonesia (BI) mengungkapkan perbankan diperkirakan mulai melonggarkan standar penyaluran kredit pada kuartal III-2026 setelah sebelumnya menerapkan kebijakan yang lebih berhati-hati sepanjang kuartal II. 

Kondisi tersebut menjadi sinyal meningkatnya optimisme industri perbankan terhadap prospek ekonomi nasional hingga akhir tahun.

Berdasarkan hasil Survei Perbankan Bank Indonesia, penyaluran kredit baru pada kuartal II-2026 tercatat meningkat dibandingkan kuartal sebelumnya. Hal tersebut tercermin dari nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) kredit baru yang mencapai 93,08%, melonjak dibandingkan 38,74% pada kuartal I-2026.

Baca Juga: Kredit Perbankan Tumbuh 11,51 Persen di Mei 2026, Bos OJK: Sektor Keuangan Tetap Terjaga di Tengah Dinamika Global

Peningkatan penyaluran kredit terjadi di seluruh segmen pembiayaan, mulai dari Kredit Modal Kerja, Kredit Investasi hingga Kredit Konsumsi.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso mengatakan, penyaluran kredit diperkirakan tetap tumbuh pada kuartal III-2026.

"Hasil Survei Perbankan Bank Indonesia menunjukkan penyaluran kredit baru pada kuartal II-2026 meningkat dibandingkan kuartal sebelumnya. Pada kuartal III-2026, penyaluran kredit baru diperkirakan tetap tumbuh dengan Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar 84,65%," kata Ramdan dalam keterangannya, Senin (20/7/2026).

Di sisi lain, survei juga menunjukkan perbankan masih menerapkan prinsip kehati-hatian selama kuartal II-2026. Hal itu tercermin dari Indeks Lending Standard (ILS) yang berada di level positif 1,03, menandakan standar penyaluran kredit masih diperketat dibandingkan kuartal sebelumnya.

Pengetatan tersebut dilakukan melalui sejumlah aspek, antara lain penetapan suku bunga kredit, besaran plafon pinjaman, ketentuan dalam perjanjian kredit, jangka waktu pinjaman, hingga biaya persetujuan kredit.

Meski demikian, kondisi tersebut diperkirakan berubah pada kuartal III-2026. Hasil survei BI menunjukkan standar penyaluran kredit diproyeksikan menjadi lebih longgar dengan ILS negatif sebesar 2,25.

Ramdan menilai prospek pertumbuhan kredit hingga akhir tahun tetap terjaga seiring membaiknya prospek ekonomi dan stabilitas sektor keuangan.

"Responden memprakirakan outstanding kredit sampai dengan akhir tahun 2026 terus tumbuh. Kondisi ini didukung prospek kondisi ekonomi dan moneter yang tetap positif serta risiko dalam penyaluran kredit yang terjaga," ujar Ramdan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.