OJK: Kredit Investasi Tumbuh 24,9 Persen, Lampaui Modal Kerja dan Konsumsi

AKURAT.CO Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kredit investasi menjadi mesin utama pertumbuhan pembiayaan perbankan nasional pada Juni 2026. Di tengah kondisi ekonomi yang tetap terjaga, pembiayaan untuk kebutuhan investasi melonjak 24,9% secara tahunan (year on year/yoy), jauh melampaui pertumbuhan kredit modal kerja maupun kredit konsumsi.
Kenaikan tersebut turut mengerek total penyaluran kredit perbankan menjadi Rp9.080,9 triliun atau tumbuh 12,67% (yoy).
Kondisi itu menunjukkan aktivitas intermediasi perbankan masih berlangsung kuat sekaligus mengindikasikan pelaku usaha mulai meningkatkan ekspansi bisnisnya.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi mengatakan, pertumbuhan kredit perbankan sepanjang semester pertama 2026 masih ditopang tingginya permintaan pembiayaan investasi.
Baca Juga: OJK: IHSG Bangkit 10,51 Persen, Penghimpunan Dana Pasar Modal Tetap Kuat
"Didorong oleh kredit investasi yang tumbuh tinggi sebesar 24,9 persen (yoy), diikuti oleh kredit modal kerja sebesar 8,94 persen (yoy), sedangkan kredit konsumsi tumbuh 5,75 persen (yoy)," ujar Friderica dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) III Tahun 2026 di Jakarta, Senin (3/8/2026).
Menurutnya, pertumbuhan tersebut mencerminkan fungsi intermediasi perbankan yang tetap berjalan optimal dalam mendukung aktivitas ekonomi nasional. Permintaan pembiayaan dari sektor usaha masih menjadi kontributor terbesar terhadap ekspansi kredit perbankan.
Di sisi lain, kualitas aset industri perbankan juga tetap berada dalam kondisi sehat meski penyaluran kredit terus meningkat. Hingga Juni 2026, rasio non-performing loan (NPL) gross tercatat sebesar 2,09%, sedangkan NPL net berada di level 0,82%.
Sementara itu, rasio loan at risk (LAR) juga relatif stabil di level 8,47%, menandakan risiko kredit masih terkendali.
"Kualitas kredit tetap terjaga dengan rasio non-performing loan atau NPL gross sebesar 2,09 persen dan NPL net sebesar 0,82 persen. Loan at Risk atau LAR juga relatif stabil tercatat sebesar 8,47 persen," kata Friderica.
Dari sisi pendanaan, penghimpunan dana masyarakat juga terus meningkat. OJK mencatat Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 10,21% (yoy) menjadi Rp10.281,8 triliun hingga Juni 2026.
Pertumbuhan tersebut didukung oleh kenaikan pada seluruh instrumen simpanan. Giro tumbuh 9,95%, tabungan meningkat 8,25%, sedangkan deposito menjadi instrumen dengan pertumbuhan tertinggi, yakni 12,16% secara tahunan.
Kondisi tersebut turut memperkuat likuiditas industri perbankan sehingga tetap memiliki ruang yang memadai untuk menyalurkan pembiayaan ke sektor riil.
Baca Juga: OJK Kebut Transparansi Saham Jelang Evaluasi MSCI
Selain itu, ketahanan perbankan nasional juga masih berada pada level yang kuat. Rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) tercatat mencapai 23,7%, jauh di atas batas minimum yang ditetapkan regulator.
Sementara itu, rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) berada di level 88,32%, mencerminkan likuiditas industri perbankan masih terjaga.
Indikator likuiditas lainnya juga menunjukkan kondisi yang sehat. Rasio Alat Likuid terhadap Non-Core Deposit (AL/NCD) tercatat sebesar 101,92%, sedangkan Alat Likuid terhadap DPK (AL/DPK) mencapai 23,08%.
"Jauh di atas threshold masing-masing yaitu sebesar 50 persen dan 10 persen," ujar Friderica.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026










