Akurat
Pemprov Sumsel

Mungkin Kamu Merasa Capek Karena Ini, Salah Satunya Terlalu Fokus Urusan Dunia

Eko Krisyanto | 27 September 2023, 16:43 WIB
Mungkin Kamu Merasa Capek Karena Ini, Salah Satunya Terlalu Fokus Urusan Dunia

AKURAT.CO Keseimbangan antara dunia material dan spiritual adalah salah satu nilai inti dalam Islam.

Pencarian kebahagiaan dan penyelesaian bagi rasa lelah bukanlah konsep yang asing dalam agama ini.

Pencarian kebahagiaan adalah salah satu aspek paling mendasar dalam kehidupan manusia. Setiap orang memiliki pandangan yang berbeda tentang apa yang dapat membawa kebahagiaan dalam hidup mereka.

Namun, dalam pencarian ini setiap manusia sering merasakan lelah dalam dirinya, kenapa hal tersebut bisa terjadi?

Baca Juga: Chef Devina Unggah Pisau Seharga Rp42 Juta, Warganet: Kalau Capek Bisa Motong Sendiri!

Penyebab Merasa Capek

1. Pusing mencari sumber kebahagiaan

Pencarian akan sumber kebahagiaan adalah aspek yang sangat pribadi dalam kehidupan manusia. Pada banyak kasus, orang mencari kebahagiaan melalui berbagai cara yang tidak sejalan dengan nilai-nilai dan keyakinan mereka. Ketidaksesuaian antara mencari kebahagiaan dalam cara yang bertentangan dengan keyakinan agama dan spiritualitas tertentu dapat menghasilkan perasaan kebingungan, konflik batin, dan bahkan kelelahan emosional.

Padahal sumber kebahagiaan bisa kita raih lewat dekat dengan Allah.

"(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram." (QS ar-Arad: 28)

Ayat ini menekankan bahwa pencarian kebahagiaan yang sejati dan ketenangan hati dapat ditemukan dalam mengingat Allah dan mendekatkan diri kepada-Nya.

2. Bingung mencari pundak untuk dijadikan tempat bersandar

Dalam kehidupan yang penuh tantangan, manusia sering mencari tempat untuk bersandar, mencari kedamaian, dan mengatasi rasa lelah. Seringkali, manusia cenderung mencari dukungan dalam hubungan antarmanusia, materi, atau berbagai cara lainnya, namun kadang-kadang merasa bingung atau kecewa ketika sumber-sumber tersebut tidak memberikan ketenangan yang diharapkan.

Dalam agama Islam, tempat paling nyaman untuk bersandar adalah Allah merupakan prinsip sentral yang mengajarkan manusia untuk mencari kebahagiaan dan ketenangan dalam hubungan dengan Sang Pencipta.

Hal ini sejalan dengan pesan dalam Al-Quran, yang memberikan panduan dan hikmah tentang tempat sejati untuk bersandar dan mencari ketenangan.

"Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Yang Mahahidup, Yang terus menerus mengurus (makhluk-Nya), tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun tentang ilmu-Nya melainkan apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Dia Mahatinggi, Mahabesar." (QS al-Baqarah: 255)

Baca Juga: Capek Hadapi Pandemi yang Tak Kunjung Usai? Ini Renungan Islam Hadapi Musibah

Ayat ini menekankan bahwa Allah adalah tempat bersandar yang paling kuat dan kuasa. Bersandar pada-Nya adalah tempat yang paling aman dan nyaman.

3. Terlalu memikirkan dunia

Dalam ajaran Islam, keseimbangan antara kehidupan dunia dan persiapan untuk akhirat adalah prinsip sentral. Terlalu terfokus pada dunia material dan melupakan akhirat yang akan datang bisa menjadi sumber kegelisahan dan kelelahan.

"Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan baginya, untuk Kami menguji mereka, siapakah di antaranya yang terbaik perbuatannya." (QS al-Kahf: 7)

Ayat ini mengingatkan bahwa dunia adalah hanya sebuah perhiasan yang Allah ciptakan sebagai ujian bagi hambanya. Maka terlalu terpaku pada kekayaan materi dan kenikmatan duniawi dapat membuat lupa bahwa tujuan akhirat itu lebih penting.

Antara dunia material dan aspek spiritual dalam kehidupan seringkali menjadi akar dari rasa lelah dan kebingungan yang dirasakan oleh banyak orang.

Islam sebagai agama memberikan panduan yang kuat tentang bagaimana menemukan ketenangan dan kebahagiaan sejati dengan menjaga keseimbangan antara dunia ini dan persiapan untuk akhirat. (Ami Fatimatuz Zahro')

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
W
Editor
Wahyu SK