Menakar Kekuatan Hizbullah, Kelompok Militer Lebanon Yang Mulai Lakukan Serangan Ke Israel

AKURAT.CO Konflik yang sedang meningkat antara Hizbullah dan Israel semakin memanas di perbatasan Lebanon-Israel.
Hizbullah baru-baru ini melancarkan serangan terhadap dua pos infanteri Israel, menyebabkan beberapa tentara Israel mengalami luka.
Ketegangan terus memuncak ketika Israel menegaskan bahwa mereka tidak akan menerima gencatan senjata.
Hizbullah bahkan mengancam untuk meluncurkan rudal baru yang dikenal dengan nama Burkam. Namun, siapakah sebenarnya Hizbullah?
Kekuatan Militer Hizbullah
Hizbullah yang dikepalai oleh Hassan Nasrallah adalah sebuah organisasi bersenjata yang didirikan pada tahun 1982 dan partai politik Islam Syiah di Lebanon.
Mereka sering dituduh terlibat dalam tindakan kekerasan dan konflik berdarah di Lebanon, sambil secara aktif melancarkan serangan terhadap Israel.
Kelompok ini dikatakan memiliki hubungan erat dengan Iran dan Suriah, yang telah memberikan dukungan dalam perjuangan Hizbullah selama empat dekade terakhir.
Baca Juga: Daftar Negara Ini Jadi Pemasok Senjata Hizbullah, Kelompok Lebanon Yang Ancam Perangi Israel
Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat memperkirakan bahwa Hizbullah memiliki puluhan ribu anggota dan pendukung di seluruh dunia.
Laporan lain menyebutkan bahwa mereka memiliki sekitar 20.000 pejuang, yang sebagian besar adalah milisi yang sangat terlatih dan dilengkapi senjata secara penuh.
Selain itu, mereka memiliki kemampuan untuk mengumpulkan 30.000 relawan dengan cepat.
Menurut AJC Global Voice, anggota Hizbullah terdiri dari 45.000 kombatan, di mana 50 persennya bertugas secara reguler.
Salah satu unit elitnya, Radwan Force, terdiri dari 2.500 pasukan.
Dalam hal kekuatan militer, Hizbullah mengandalkan persenjataan seperti rudal, roket, dan mortir, dengan jumlah total mencapai 100.000 hingga 150.000.
Rudal-rudal tersebut termasuk puluhan ribu rudal jarak pendek (40 km), ribuan rudal jarak menengah (75 km), dan ratusan rudal jarak jauh (200-700 km).
Hizbullah juga memiliki ratusan pesawat tanpa awak (drone) dan pesawat untuk tujuan serangan bunuh diri atau peluncur granat.
Selain itu, mereka menyimpan berbagai jenis rudal dari darat ke kapal, termasuk C-802 dan beberapa sistem Yakhont.
Selain itu, terdapat ribuan rudal anti-tank, termasuk sistem generasi ketiga yang berpotensi mengarah ke gudang senjata IDF (Israel Defence Forces) atau sekutunya.
Baca Juga: Sama-sama Musuhi Israel, Apa Perbedaan Hamas Dan Hizbullah?
Perlengkapan militer lainnya termasuk rudal anti-pesawat dengan sistem portabel, seperti SA-7 dan SA-14, serta sistem yang lebih canggih, seperti SA-8, SA-17 dan SA-22.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










