Lebaran Ketupat 2026: Sejarah, Tradisi, dan Makna di Balik Kupat

AKURAT.CO Mengenal tradisi Lebaran Ketupat dan maknanya menjadi hal menarik, terutama saat memasuki bulan Syawal.
Tradisi ini masih dilestarikan oleh masyarakat Indonesia, khususnya di Pulau Jawa, sebagai bentuk syukur setelah menjalani Ramadan.
Pada tahun ini, Lebaran Ketupat 2026 jatuh pada Sabtu, 28 Maret 2026 atau bertepatan dengan 8 Syawal 1447 Hijriah.
Tradisi ini tidak hanya identik dengan makanan ketupat, tetapi juga memiliki filosofi mendalam tentang kebersamaan, maaf, dan kemenangan.
Apa Itu Tradisi Lebaran Ketupat?
Mengenal tradisi Lebaran Ketupat dan maknanya tidak bisa dilepaskan dari istilah Syawalan. Lebaran Ketupat adalah perayaan yang dilakukan sekitar satu minggu setelah Idul Fitri, tepatnya pada tanggal 8 Syawal.
Baca Juga: Operasi Ketupat 2026 Resmi Ditutup, Pengamanan Arus Balik Lebaran Tetap Berlanjut
Dikutip dari berbagai sumber, tradisi ini juga dikenal dengan sebutan Kupatan atau Bakda Kupat di beberapa daerah.
Masyarakat biasanya membuat ketupat dari beras yang dibungkus anyaman daun kelapa, lalu disantap bersama keluarga atau dibagikan kepada tetangga.
Lebaran Ketupat menjadi momen kebersamaan yang mempererat hubungan sosial setelah hari raya Idul Fitri.
Sejarah Lebaran Ketupat di Indonesia
Dalam mengenal tradisi Lebaran Ketupat dan maknanya, sejarahnya berkaitan erat dengan penyebaran Islam di tanah Jawa.
Tradisi ini diperkenalkan oleh Sunan Kalijaga sebagai bagian dari dakwah Wali Songo. Ia memperkenalkan dua jenis perayaan, yaitu Lebaran Idul Fitri dan Lebaran Ketupat yang dirayakan seminggu setelahnya.
Baca Juga: Herman Deru Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026 di Sumsel
Melalui tradisi ini, ajaran Islam disampaikan dengan pendekatan budaya, seperti sedekah makanan, silaturahmi, dan saling memaafkan.
Makna Lebaran Ketupat
Mengenal tradisi Lebaran Ketupat dan maknanya tidak lengkap tanpa memahami filosofi ketupat itu sendiri.
1. Simbol Mengakui Kesalahan
Kata ketupat atau kupat berasal dari istilah Jawa “ngaku lepat” yang berarti mengakui kesalahan.
Makna ini mengajarkan pentingnya saling memaafkan setelah Ramadan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








