Mengapa Seseorang Sulit Move On Menurut Psikologi? Ini Alasannya, Ternyata Bukan Sekadar Masih Cinta

AKURAT.CO Sulit move on setelah putus cinta merupakan hal yang cukup sering dialami banyak orang.
Meski hubungan telah berakhir, tidak sedikit yang masih terus memikirkan mantan, mengenang masa lalu, atau merasa sulit membuka hati untuk orang baru.
Menurut psikologi, kondisi ini bukan semata-mata karena masih mencintai mantan pasangan. Ada berbagai faktor yang memengaruhi, sehingga otak masih memproses perubahan dalam hidup.
Memahami penyebabnya dapat membantu seseorang menjalani proses pemulihan dengan lebih sehat dan perlahan bangkit dari masa lalu.
Baca Juga: Hilang 7 Hari di Gunung Everest Tanpa Oksigen dan Makanan, Pemandu Pendaki Nepal Ditemukan Hidup
Mengapa Seseorang Sulit Move On Menurut Psikologi?
Menurut psikologi, sulit move on bukan sekadar karena masih mencintai mantan pasangan.
Ada berbagai faktor emosional, kebiasaan, hingga cara kerja otak yang membuat seseorang membutuhkan waktu lebih lama untuk benar-benar melepaskan hubungan yang telah berakhir.
Berikut beberapa alasan seseorang sulit move on menurut psikologi:
1. Masih Memiliki Keterikatan Emosional yang Kuat
Semakin dalam hubungan yang pernah dijalani, semakin kuat pula ikatan emosional yang terbentuk.
Ketika hubungan berakhir, otak membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan hilangnya sosok yang selama ini menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari.
2. Terbiasa dengan Kehadiran Pasangan
Banyak orang sebenarnya bukan hanya merindukan mantan, tetapi juga merindukan rutinitas yang pernah dijalani bersama.
Baca Juga: Kasus ART Viral, Erin Wartia Fokus Ujian Anak-anaknya Terganggu
Kebiasaan mengobrol, berbagi cerita, atau menghabiskan waktu bersama bisa meninggalkan rasa kehilangan yang cukup besar.
3. Masih Menyimpan Harapan untuk Kembali
Seseorang sering kali sulit move on karena masih berharap hubungan tersebut dapat diperbaiki atau dimulai kembali. Harapan yang terus dipelihara membuat proses menerima menjadi lebih lambat.
4. Mengingat Hanya Kenangan Indah
Otak manusia cenderung lebih mudah mengingat momen-momen menyenangkan dibandingkan pengalaman yang menyakitkan.
5. Merasa Kehilangan Identitas Diri
Dalam hubungan yang berlangsung lama, sebagian orang menjadikan pasangan sebagai bagian besar dari identitas hidupnya. Setelah putus, mereka merasa kehilangan arah.
6. Takut Memulai Hubungan Baru
Rasa takut terluka kembali atau khawatir tidak menemukan pasangan yang lebih baik dapat membuat seseorang terus terpaku pada masa lalu dan enggan membuka diri terhadap kesempatan baru.
7. Belum Menerima Perpisahan
Menurut psikologi, proses move on akan lebih sulit jika seseorang belum menerima kenyataan bahwa hubungan tersebut telah berakhir.
8. Terlalu Sering Melihat Media Sosial Mantan
Kebiasaan memantau aktivitas mantan di media sosial dapat membuat luka lama terus terbuka. Setiap unggahan atau kabar baru bisa memicu kembali emosi yang sebenarnya sedang berusaha dipulihkan.
9. Hubungan Berakhir Tanpa Kejelasan
Perpisahan yang terjadi secara tiba-tiba atau tanpa penjelasan yang memadai sering meninggalkan banyak pertanyaan. Kondisi ini membuat seseorang sulit menutup babak hubungan tersebut.
10. Harga Diri Ikut Terluka
Putus cinta tidak hanya berkaitan dengan kehilangan pasangan, tetapi juga bisa memengaruhi rasa percaya diri. Sebagian orang mulai mempertanyakan nilai dirinya sehingga proses pemulihan menjadi lebih panjang.
Kesimpulan
Sulit move on merupakan hal yang wajar dan dapat dialami siapa saja setelah berakhirnya sebuah hubungan.
Dalam perspektif psikologi, kondisi ini biasanya dipengaruhi oleh keterikatan emosional, kebiasaan yang terbentuk selama hubungan, harapan yang belum selesai, hingga proses penerimaan diri yang belum tuntas.
Seiring waktu, dukungan sosial yang baik, penerimaan terhadap kenyataan, dan fokus pada pengembangan diri dapat membantu seseorang pulih dan melangkah ke fase kehidupan berikutnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 4Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9PPh Final Royalti 1,5 Persen bagi Penulis Diberlakukan, Perkuat Ekosistem Literasi Nasional
- 10Kasus Penipuan Kripto Jalan di Tempat, Polda Metro Jaya Diminta Segera Beri Kepastian Hukum








