Daftar Lengkap Paket Kebijakan Ekonomi Jokowi Di Penghujung 2023

AKURAT.CO Pemerintah telah mengeluarkan beberapa kebijakan untuk mengahadapi ketidakpastian global. Ekonomi dunia tengah berada dalam tren perlambatan, terutama dialami Eropa dan Tiongkok.
Oleh karena itu beberapa kebijakan telah dikeluarkan oleh pemerintah mulai dari dinamika pasar keuangan global hingga tensi geopolitik di Palestina dan kenaikan harga pangan akibat El Nino, yang semuanya berdampak bagi perekonomian dunia dan berimbas ke Indonesia.
Sebelumnya Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa situasi tersebut harus di waspadai, terutama faktor yang mempengaruhi masyarakat paling bawa atau di bawah 40%.
Baca Juga: OJK Keluarkan Paket Kebijakan Lanjutan Stimulus Covid-19
Kemudian, harga beras yang meningkat signifikan dalam 6 bulan terakhir akibat el nino yang menyebabkan volatile inflation yang berasal dari food menjadi salah satu kontributor terbesar dalam yang harus diwaspadai.
Pertebal Bansos
Sehingga, Upaya pemerintah untuk menangani permasalahan ini dimulai dari, paket kebijakan penebalan bansos untuk melindungi daya beli masyarakat.
Kebijakan penebalan bansos ini meliputi tambahan bantuan beras yang akan diberikan kepada 21,3 juta kelompok penerima manfaat sebesar 10 kg selama bulan Desember dengan total kebutuhan anggaran Rp2,67 triliun.
Penebalan bansos ini juga diikuti dengan Bantuan Langsung Tunai (BLT) guna menjaga daya beli masyarakat. tercatat sebanyak 18,8 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menerima bantuan sebesar Rp200 ribu per bulan dengan total anggaran sebesar Rp7,52 triliun.
Akselerasi KUR
Paket kebijakan kedua, pemerintah telah mengeluarkan kebijakan untuk percepat penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang bertujuan untuk meningkatkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Percepatan tersebut, ditargetkan mencapai Rp297 triliun pada tahun 2023, yang dimana pada semester pertama tahun ini, sedikit tersendat.
Rumah MBR
Paket kebijakan ketiga adalah, pemerintah melakukan penguatan pada sektor perumahan untuk mendongkrak kegiatan di sektor konstruksi perumahan dan membantu masyarakat berpendapatan rendah memiliki rumah.
Total anggaran untuk paket kebijakan ini disiapkan oleh pemerintah sebesar Rp3,7 triliun untuk tahun 2023.
Dengan dibuatkannya paket kebijakan ini, pemerintah berharap dapat memberikan dampak dorongan terhadap perekonomian Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK










