Percepat Transisi Ekonomi, Bappenas Gandeng Korea Industry Intelligence Association

AKURAT.CO Kementerian PPN/ Bappenas dan Korea Industry Intelligence Association (KOIIA) menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) Percepatan Transformasi Perekonomian Indonesia melalui Kemitraan Berbasis Inovasi, Selasa, 23 Januari 2024.
Sekretaris Kementerian PPN/Sekretaris Utama Bappenas, Teni Widuriyanti menekankan komitmen Indonesia memajukan pengembangan riset dan inovasi sebagai pendorong utama pertumbuhan ekonomi dan transformasi nasional.
"Indonesia sedang fokus pada Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045, dengan target mencapai PDB terbesar kelima di dunia. Salah satu sektor yang menjadi tumpuan transformasi ekonomi Indonesia menuju Indonesia Emas 2045 adalah sektor manufaktur, di mana peran industri manufaktur sangatlah penting," ucap Teni dikutip Selasa (23/1/2024).
Baca Juga: Bappenas Jaring Masukan Publik untuk RPJMN 2025-2029
Teni menambahkan, kerja sama ini secara umum untuk mempercepat agenda transformasi ekonomi Indonesia terutama dalam tiga aspek. Pertama, memperkuat program pembangunan ekonomi inovatif.
Kedua, mendorong riset dan inovasi sebagai basis kegiatan ekonomi. Ketiga, melaksanakan kegiatan bersama terkait transfer teknologi dan keahlian.
Kerja sama ini secara khusus juga bakal mendorong pengembangan sektor ekonomi biru dan manufaktur melalui kerja sama pengembangan ekosistem riset dan inovasi, komersialisasi hasil riset dan inovasi ke industri.
Dalam RPJPN 2025-2045, Indonesia menargetkan kontribusi PDB manufaktur mencapai 28 persen dan pengembangan sektor Ekonomi Biru, yang memanfaatkan sumber daya maritim, diharapkan meningkatkan kontribusi terhadap PDB Indonesia dari 7,92% pada 2022 menjadi 15% pada 2045.
Dengan kerja sama ini, diharapkan akan terjadi percepatan pembangunan dan transformasi perekonomian nasional sesuai dengan visi Indonesia Emas 2045.
Senada, Vice Chair of KOIIA, Kim Tae Hwan menjelaskan KOIIA akan berperan mendukung peningkatan nilai tambah produk industri Indonesia melalui optimalisasi teknologi digital seperti IoT, Big Data, dan AI, sebab tanpa inovasi teknologi sektor industri tidaklah kompetitif dan bernilai tambah tinggi.
Diketahui, KOIIA merupakan asosiasi di bawah Kementerian Perdagangan, Industri dan Energi Republik Korea, yang didirikan pada Agustus 2015 dan memiliki sekitar 400 perusahaan anggota. KOIIA menjalankan berbagai proyek untuk mendorong transformasi digital pada berbagai sektor industri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









