Realisasi Investasi 2023 Tembus Rp1.418,9 T, Naik 17,5 Persen

AKURAT.CO Realisasi investasi tahun 2023 mencapai Rp1.418,9 triliun, naik 17,5% dari capaian tahun 2022 yang sebesar Rp1.207,2 triliun, berdasarkan catatan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).
Menteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia mengatakan realisasi investasi 2023 mayoritas (52%) berasal dari realisasi penanaman modal asing (PMA) atau FDI (foreign direct investment) sebesar Rp744 triliun.
Sementara sisanya 47,6% setara Rp674,9 triliun merupakan realisasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) atau DDI domestic direct invesment.
Baca Juga: Bahlil: Realisasi Investasi Kuartal II-2023 Tembus Rp349,8 T
"Realisasi investasi 2023 melampaui target (101,3 persen) yang ditetapkan sebesar Rp1.400 triliun dan menyerap tenaga kerja sebanyak 1.823.543 orang," kata Bahlil di Jakarta, Rabu (24/1/2024).
Dirinci, realisasi investasi sepanjang tahun 2023 tersebar di lima sektor utama, yaitu industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya; transportasi, gudang dan telekomunikasi; pertambangan; perumahan, kawasan industri dan perkantoran; serta industri kimia dan farmasi.
Dari lokasinya, mayoritas tersebar di Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Timur, Sulawesi Tengah dan Banten. Sementara dari asal negaranya, paling banyak berasal dari Singapura, China, Hong Kong, Jepang dan Malaysia.
Sepanjang kuartal IV-2023 (Oktober-Desember 2023) sendiri, realisasi investasi mencapai Rp365,8 triliun, tumbuh 16,2% secara tahunan dan menyerap tenaga kerja sebanyak 457.895 orang.
Capaian realisasi investasi Oktober-Desember 2023 itu terdiri dari realisasi PMA sebesar Rp184,4 triliun (porsi 50,4%) dan realisasi PMDN sebesar Rp181,4 triliun (49,6%). Realisasi PMA tumbuh 5,3% secara yoy dan realisasi PMDN tumbuh 29,9% yoy sepanjang periode ini.
Ada pun lima sektor utama di kuartal IV-2023 yaitu industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya; pertambangan; transportasi, gudang dan telekomunikasi; industri kimia dan farmasi; serta perumahan, kawasan industri dan perkantoran.
Realisasi investasi kuartal-IV 2023 tersebar paling banyak di Jawa Barat, Jawa Timur, DKI Jakarta, Sulawesi Tengah dan Banten. Sedangkan lima besar negara utama yang berinvestasi di periode tersebut adalah Singapura, China, Malaysia, Jepang dan Hong Kong.
Investasi Asing
Khusus FDI atau investasi asing, tercatat tumbuh 13,7% secara tahunan di sepanjang 2023. Dari sektornya, mayoritas mengalir ke sektor industri logam dasar, barang logam, bukan meskin dan peralatannya dengan realisasi mencapai USD11,8 miliar.
Kemudian disusul transportasi, pergudangan dan telekomunikasi USD5,6 miliar dan industri kimia dan farmasi USD4,8 miliar. Ketiga sektor pertambangan USD4,7 miliar dan terakhir industri kertas dan percetakan USD3,4 miliar.
Secara lokasi, Jawa Barat masih menjadi destinasi favorit asing dengan realisasi US$D8,3 miliar, disusul Sulawesi Tengah USD7,2 miliar. Selanjutnya Maluku Utara USD5 miliar dan DKI Jakarta USD4,8 miliar. Terakhir, Jawa Timur dengan realisasi USD4,7 miliar.
Dari asalnya, mayoritas datang dari Singapura sebesar USD15,4 miliar. Disusul China dengan USD7,4 miliar, Hong Kong USD6,5 miliar, Jepang USD4,6 miliar dan Malaysia USD4,1 miliar.
Investasi Domestik
Sementara DDI atau investasi domestik tercatat naik 22,1% secara tahuan di sepanjang tahun 2023. Dari sektornya, mayoritas mengalir ke sektor pertambangan senilai Rp86,7 triliun. Disusul perumahan, kawasan industri dan perkantoran Rp77,1 triliun; transportasi, gudang, telkomuniasi Rp76,7 triliun; makanan Rp54,8 triliun dan jasa lainnya Rp52 triliun.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










