AKURAT.CO BI Rate diramal tetap dipertahankan di level 6% pada keputusan RDG atau Rapat Dewan Gubernur BI hari ini, Rabu, 21 Feburari 2024, berdasarkan konsensus sejumlah ekonom yang disurvei Reuters dan Bloomberg.
29 ekonom yang disurvei Reuters pada 12-16 Februari 2024 sepakat menaksir BI rate akan dipertahankan karena inflasi yang terkendali dan prospek rupiah yang membaik. Inflasi terpantau masih dalam kisaran BI sebesar 1,5-3,5% sejak Juli 2023 sementara rupiah meski terdepresiasi 1,4% terhadap dolar AS pada tahun ini namun masih lebih baik dari mata uang lainnya.
Sementara sejumlah mata uang di kawasan termasuk yen Jepang, yuan China, won Korea Selatan, baht Thailand, ringgit Malaysia, dan dolar Singapura sepanjang tahun ini sudah melemah masing-masin 6,7%, 1,26%, 3,41%, 5,23%, 4,36%, dan 2,27%.
Baca Juga: Bagaimana Peluang BI Rate Turun Usai The Fed Tahan Suku Bunga?
Rupiah hari ini sendiri, Rabu, 21 Februari 2024 hingga pukul 10.45 Wib terpantau menguat 0,02% (2,5 poin) ke Rp15.657,5 per dolar AS.
Stance kebijakan moneter BI dinilai dipengaruhi utamanya oleh tindakan The Fed. Mengingat tingginya ketergantungan mereka pada kepemilikan obligasi pemerintah oleh asing, kebijakan moneter terus dipandu oleh pergerakan mata uang dan imbal hasil obligasi. Sementara inflasi belum tentu jadi acuan utama terkecuali jika naik terlalu tinggi atau terlalu cepat.
Mengacu CME FedWatch, kemungkinan Federal Funds Rate atau FFR bertahan di 5,25-5% dalam rapat bulan depan mencapai 91,5%. Lebih tinggi dibandingkan seminggu lalu yaitu 84% dan sebulan lalu di 52,9%. Data ekonomi AS yang solid membuat pemangkasan FFR dalam waktu dekat sulit terjadi.
"Risikonya sebagian besar berasal dari sisi eksternal, yaitu inflasi AS mungkin tetap lebih tinggi dari perkiraan, yang akan menyebabkan penurunan suku bunga tertunda," kata ekonom di Bank Central Asia, Elbert Timothy Lasiman dikutip Rabu (21/2/2024).
Sementara 29 ekonom yang terlibat dalam pembentukan konsensus di Bloomberg, seluruhnya juga sepakat atau aklamasi bahwa BI Rate akan ditahan di 6%. Tidak ada dissenting opinion.
"Kami memperkirakan Bank Indonesia akan menjadi salah satu bank sentral pertama di kawasan ini yang memangkas suku bunga. Namun tidak sebelum The Fed," kata ekonom di Bloomberg, Tamara Mast Henderson.
Diketahui, nanti malam atau Kamis dini hari rencananya risalah (notulen) rapat Komite Pasar Terbuka Fed (FOMC) juga bakal dirilis, mengindikasi kapan Fed bakal menurunkan suku bunga acuannya. Data ini tengah dinanti-nanti pasar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026










