Keanggotaan RI di OECD Jadi Solusi Atasi Middle Income Trap, Ekonom: Perlu Disiapkan dengan Matang

AKURAT.CO Keanggotaan Indonesia (RI) secara penuh di OECD dalam waktu 3 tahun mendatang diharapkan membawa sejumlah manfaat termasuk lepas dari jeratan status negara berpendapatan menengah atau middle income trap. Hal tersebut diungkapkan Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto.
Menanggapi itu, Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira, menyatakan berbagai hal yang perlu dipersiapkan dengan matang.
Ia menyebut bahwa langkah ini mengharuskan penyesuaian aturan terkait izin usaha, persaingan bisnis, dan perdagangan dengan standar OECD. Namun, ada kekhawatiran bahwa hal ini bisa berdampak pada UMKM. Sebagai contoh, Brazil harus menyesuaikan lebih dari 200 aturan saat bergabung dengan OECD.
"Dengan bergabung dengan OECD, akan semakin terbuka untuk perdagangan dan mungkin mengurangi perlindungan terhadap UMKM. Sebagai contoh, Brazil harus menyelaraskan lebih dari 200 aturan ketika berminat untuk bergabung dengan OECD," kata Bhima kepada Akurat.co, Jumat (29/2/2024).
Namun, Bhima juga menyoroti sisi positif dari keanggotaan yang mendorong penegakan hukum yang lebih baik, terutama dalam pemberantasan korupsi dan penghindaran pajak lintas negara.
"Selain itu, Indonesia juga diharapkan untuk meningkatkan perlindungan lingkungan dan percepatan transisi energi. Standar yang diadopsi dari OECD dapat memperkuat posisi Indonesia di pasar global dan membuka peluang investasi berkualitas dari negara maju," jelasnya.
Selain itu, ia berharap OECD dapat dipandang sebagai langkah awal dalam perjalanan menuju status negara maju, dengan syarat standar yang harus dipatuhi terlebih dahulu. Indonesia memiliki kesempatan untuk mengambil banyak pelajaran dari OECD mengenai penyiapan struktur ekonomi yang lebih kuat, termasuk meningkatkan sektor manufaktur dan teknologi.
"OECD bisa dianggap sebagai tahap awal menuju negara maju, dengan persyaratan standar yang harus dipenuhi terlebih dahulu," ucap Bhima.
Melalui langkah ini, Indonesia berharap dapat memperkuat posisinya di tingkat internasional dan meningkatkan kualitas ekonomi serta investasi yang masuk ke Tanah Air.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









