Yen Merosot ke Level Terendah Sejak 1990, Pemerintah Jepang Siap Intervensi Pasar

AKURAT.CO Jepang telah memberikan peringatan yang sangat serius kepada para pedagang terkait kesiapan mereka untuk melakukan intervensi di pasar mata uang menyusul penurunan tajam yen ke level terendahnya dalam 34 tahun terhadap dolar AS.
Menteri Keuangan Jepang, Shunichi Suzuki menegaskan bahwa pemerintah akan mengambil tindakan berani untuk menanggapi pergerakan berlebihan di pasar tanpa menutup kemungkinan opsi apa pun yang tersedia.
"Kami akan mengambil tindakan berani terhadap tindakan berlebihan tanpa mengesampingkan pilihan apa pun," kata Shunichi dikutip dari Bloomberg, Kamis (28/3/2024).
Baca Juga: Yen Melemah, Tiket Pesawat Ke Jepang Lebih Murah?
Komentarnya secara umum diartikan sebagai sinyal bahwa pemerintah Jepang bersiap untuk intervensi langsung di pasar mata uang untuk menghentikan penurunan yen yang terlalu dalam.
Penurunan tajam yen ini terjadi meskipun Bank of Japan baru-baru ini menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya sejak tahun 2007. Namun, kebijakan tersebut belum memberikan panduan yang jelas tentang pengetatan lebih lanjut, yang membuat pasar ragu-ragu dan lebih memilih untuk menjual yen.
Serta, seorang pejabat tinggi mata uang Mesato Kanda, menegaskan bahwa pergerakan spekulatif di pasar tidak akan ditoleransi, menandakan bahwa pihak berwenang Jepang siap untuk bertindak.
Selanjutnya, seorang ahli strategi valas senior di National Australia Bank Ltd. Rodrigo Catril, mengatakan bahwa penembusan level 152 yen per dolar dapat memicu intervensi.
Pemerintah Jepang telah menghabiskan jumlah yang besar, mencapai JPY9,2 triliun (USD60,6 miliar) pada tahun 2022 untuk menopang yen, namun upaya tersebut tidak sepenuhnya efektif dalam mencegah penurunan nilai mata uang.
"Mengingat sejarah terkini, penembusan level 152 dapat memicu intervensi," ucapnya.
Sementara itu, gubernur Bank of Japan, Kazuo Ueda, memberikan dukungan terbatas terhadap yen dalam pidatonya di parlemen, sementara anggota dewan BoJ, Naoki Tamura, menekankan bahwa pengelolaan kebijakan moneter akan menjadi krusial untuk mencapai normalisasi ekonomi yang stabil.
Investor memperkirakan bahwa perbedaan suku bunga yang besar antara Jepang dan negara maju lainnya akan tetap bertahan, memperlemah yen lebih lanjut karena mereka lebih memilih mata uang dengan imbal hasil yang lebih tinggi di tempat lain.
Situasi ini mencerminkan ketegangan yang semakin meningkat antara pembuat kebijakan dan pasar mengenai arah mata uang yen. Beberapa pedagang telah menetapkan target 152 yen per dolar dan menempatkan taruhan opsi untuk memanfaatkannya.
Namun, risiko besar terkait dengan taruhan tersebut dapat menghancurkan pedagang saat intervensi semakin mendekati. Dalam keseluruhan, Jepang menghadapi tekanan besar untuk merespons penurunan yen yang cepat dan terus-menerus terhadap dolar AS, dengan intervensi pasar menjadi pilihan yang semakin nyata.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









