Mentan China Terseret Kasus Dugaan Korupsi di Tengah Kampanye Bersih-bersih Presiden Xi
Demi Ermansyah | 20 Mei 2024, 07:26 WIB

AKURAT.CO Menteri Pertanian China, Tang Renjian baru-baru ini dicurigai melakukan praktik korupsi, dimana saat ini pemerintah sedang melakukan investigasi terkait hal tersebut.
Dilansir AFP, Renjian dikabarkan melakukan pelanggaran serius terhadap kode etik 'disiplin dan hukum'. Namun, laporan tersebut tidak memberikan rincian tentang pelanggaran apa yang diduga dilakukan oleh Renjian.
Sebelumnya, Renjia pernah menjabat sebagai Gubernur Gansu, salah satu provinsi di wilayah barat laut China, dan juga sebagai Wakil Ketua Daerah Otonomi Guangxi. Laporan tersebut muncul di tengah kampanye anti-korupsi yang intensif dilancarkan oleh Presiden China, Xi Jinping. Sejak menjabat satu dekade lalu.
Seperti yang diketahui, Presiden Xi saat ini sedang melakukan upaya besar-besaran untuk memberantas korupsi yang mengakar di negara tersebut. Bagaikan pedang bermata dua, kampanye yang dilakukan Presiden Xi mengenai pemberantasan korupsi di China mendapat kritikan cukup keras dari para Oposisi.
Dimana mereka menyebutkan bahwa kampanye tersebut hanyalah sebagai alasan untuk menyingkirkan saingan politik Presiden Xi. Hal tersebut dilontarkan oleh oposisi mengaca dari beberapa kejadian yang sangat menghebohkan di China.
Diantaranya yakni kasus penyelidikan terhadap mantan Menteri Perindustrian dan Teknologi, Xiao Yaqing, pada tahun 2022 karena dugaan korupsi.
Kemudian pada bulan April lalu, Liu Liange, mantan petinggi Bank of China periode 2019-2023, mengaku menerima suap dan memberikan pinjaman secara ilegal. Tak hanya itu saja, mantan pejabat dari raksasa perbankan China Everbright Group, Li Xiaopeng, dikabarkan juga mendapat penyelidikan atas dugaan kasus korupsi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










