AKURAT.CO Indonesia dan China sepakat untuk meningkatkan kerja sama industri dalam skema kolaborasi ekonomi yang komprehensif, yaitu Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP).
Kerja sama ini difasilitasi oleh Kementerian Perindustrian Indonesia dan RCEP Industrial Cooperation Committee (RICC) China dalam pertemuan yang diadakan di Kantor Kemenperin, Jakarta, pada (28/5/2024).
"Indonesia dan China telah menjalin kerja sama dalam berbagai forum regional. China merupakan mitra strategis bagi Indonesia sebagai mitra dagang dan juga sekaligus investor kedua Indonesia," ujar Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Taufiek Bawazier di Jakarta, Jumat (31/5/2024).
Ditambahkan Taufiek, kerja sama ini bertujuan untuk memperluas rantai pasok kawasan dan mendorong kemajuan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang melibatkan perdagangan antar negara anggota RCEP.
Ia menilai dengan 280 juta penduduk, Indonesia merupakan target pasar yang besar dalam menjalankan peluang bisnis. "Selain itu, bahan baku yang melimpah juga turut menyokong keberlangsungan industri dan investasi di Indonesia," tambahnya.
Baca Juga: Mendag Zulhas: Kerja Sama Indonesia-China Meningkat Setelah Adanya RCEP
Menurut Taufiek, Indonesia membutuhkan peran teknologi yang dapat membantu dalam pemrosesan bahan baku agar mendapatkan value added. Hal itu sangat penting dalam mendorong perkembangan industri di Indonesia.
Dalam pertemuan tersebut, pihak Indonesia menawarkan peluang pasar yang dapat dijajaki oleh China dalam berinvestasi, salah satunya pada sektor makanan dan minuman.
"Potensi itu bisa dilihat dari program utama Presiden Terpilih Indonesia yang berkeinginan untuk melaksanakan program makan gratis bagi para siswa,” jelas Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (GAPMMI) Adhi S. Lukman.
"Sampai saat ini, sudah ada tiga perusahaan besar China yang berinvestasi di Indonesia pada sektor tersebut. Saya kira ini juga merupakan peluang bagus jika ingin berinvestasi," kata Adhi.
Selain itu, Ketua RCEP Industrial Cooperation Committee (RICC) China Xiu Ningning menyampaikan bahwa banyak perusahaan dari negaranya yang ingin berinvestasi di Indonesia.
Menurutnya, selain karena pasar Indonesia yang besar dan hubungan dengan mitra dagang negara lain yang baik, industri di Indonesia juga masih memiliki ruang untuk tumbuh. "China memiliki sistem teknologi industri yang dapat diterapkan di industri nasional," ujarnya.
Konsep RCEP merupakan inisiasi dari Indonesia saat menjadi Ketua ASEAN pada tahun 2011.
Skema ini bertujuan untuk mengintegrasikan kemitraan ASEAN dengan lima negara mitra yang sudah terbentuk sebelumnya, yaitu ASEAN-China Free Trade Agreement (ACFTA), ASEAN-Korea Free Trade Agreement (AKFTA), ASEAN-Japan Comprehensive Economic Partnership (AJCEP), dan ASEAN-Australia-New Zealand Free Trade Agreement (AANZFTA).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








