RI Ingin Jadi Negara Maju, Menkeu: Tingkatkan Produktivitas Selama 15 Tahun

AKURAT.CO Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menegaskan bahwa untuk mencapai status sebagai negara maju, Indonesia harus konsisten meningkatkan produktivitas selama 15 tahun.
Sri Mulyani mencontohkan negara maju seperti Korea Selatan yang berhasil keluar dari middle income trap melalui peningkatan produktivitas yang konsisten selama 15 tahun.
"Apabila kita belajar dari negara yang berhasil menjadi negara maju dan bisa menghindar dari middle income trap seperti Korea Selatan maka diperlukan produktivitas tinggi yang konsisten dalam 15 tahun," katanya di sela rapat paripurna di Jakarta, Selasa (4/6/2024)
Selain itu, Sri Mulyani mencatat bahwa Korea Selatan berhasil meningkatkan investasi dan peranan sektor manufaktur di atas 10% setiap tahunnya. Serta, Ia menegaskan bahwa selain peningkatan kualitas dan produktivitas SDM, perbaikan iklim investasi sangat krusial.
"Demikian juga dengan pengalaman Taiwan, untuk menjadi negara maju maka investasi tumbuh 20% dan sektor manufaktur tumbuh di atas 8%," tambahnya.
Baca Juga: Menkeu: Defisit APBN 2025 Terarah dan Terukur
Hal ini, menurut Sri Mulyani menunjukkan selain kualitas dan produktivitas dari SDM, perbaikan iklim investasi untuk meningkatkan peranan investasi dan pertumbuhan sektor manufaktur menjadi sangat kunci bagi perjalanan menuju Indonesia Emas.
Dengan strategi ini, diharapkan Indonesia dapat meningkatkan daya saing dan mencapai tujuan sebagai negara maju di masa depan.
Sri Mulyani juga mengungkapkan dengan produktivitas yang tinggi, bukan mustahil pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 6% hingga 8% "Tentunya dengan kualitas dan inklusivitas yang perlu terus diperbaiki," katanya.
"Hal ini bisa diperoleh melalui investasi sumber daya manusia (SDM) dan transformasi ekonomi agar menciptakan nilai tambah yang semakin tinggi di dalam perekonomian nasional," imbuh Sri Mulyani.
Menurutnya, upaya untuk meningkatkan produktivitas SDM harus mencakup berbagai program perbaikan. Serta, ia menjelaskan bahwa berbagai inisiatif sedang dijalankan untuk mencapai tujuan ini, termasuk melalui program makanan bergizi, reformasi kesehatan, perbaikan kualitas pendidikan, serta penyempurnaan jaring pengaman sosial.
"Program perbaikan sumber daya manusia termasuk melalui program makanan bergizi, reformasi kesehatan, perbaikan kualitas pendidikan serta penyempurnaan jaring pengaman sosial menjadi sangat penting dalam meningkatkan produktivitas sumber daya manusia Indonesia," jelasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









