IMF Peringati Indonesia Soal Bahaya Lemahnya Kerangka Makro Fiskal

AKURAT.CO Lembaga Keuangan Internasional, Dana Moneter Internasional (IMF) menyampaikan bahwa melemahnya kerangka kerja makro-fiskal dapat merusak kredibilitas kebijakan di Indonesia, sekaligus menimbulkan risiko pada sektor ekspor akibat ketidakpastian ekonomi global.
"Di sisi domestik, kerangka kerja makro-fiskal yang melemah dapat mengganggu kredibilitas kebijakan," tulis IMF melalui lansiran Bloomberg.
Oleh karena itu, lembaga internasional tersebut merekomendasikan agar Indonesia untuk tetap menjaga pondasi fiskal secara seksama dan hati-hati seperti yang sudah dilakukan selama ini.
Baca Juga: Narasi Rasio Utang 50 Persen PDB vs Defisit Fiskal 0 Persen
IMF menjelaskan bahwa defisit fiskal yang lebih kecil dapat mendukung pertumbuhan dan membuat kebijakan lebih seimbang. Batas defisit fiskal sebesar 3% dari produk domestik bruto (PDB) dinilai menjaga kredibilitas fiskal.
"Kerangka fiskal jangka menengah yang lebih baik, dengan target operasional yang jelas, akan memastikan kebijakan fiskal dapat bertindak secara kontra-siklikal dalam aturan fiskal yang lebih sistematis," tulisnya IMF kembali.
Tak hanya itu saja, pihak tersebut juga menekankan pentingnya memprioritaskan kebutuhan serta melakukan reformasi administrasi dan kebijakan perpajakan untuk memperkuat ruang fiskal guna membiayai pembangunan, tanpa melanggar aturan fiskal.
"Memantau risiko fiskal secara ketat dan menghindari penumpukan kewajiban kontinjensi juga akan menjadi kunci," lanjut IMF.
Di sisi lain, IMF juga memperingatkan risiko volatilitas harga komoditas akibat ketegangan geopolitik, perlambatan ekonomi mitra dagang utama Indonesia, serta dampak negatif dari kondisi keuangan global.
Hal-hal ini menjadi perhatian penting bagi Indonesia dalam menghadapi risiko yang muncul di tingkat global dan domestik. "Pemerintah telah mengejar agenda pertumbuhan yang ambisius untuk mencapai status negara berpenghasilan tinggi pada tahun 2045, yang melibatkan belanja publik, reformasi institusional, dan kebijakan industri," ujar IMF.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









