Sri Mulyani Ungkap Fasilitas Bebas PPN Banyak Dinikmati Kelas Menengah Atas

AKURAT.CO Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan bahwa insentif fiskal berupa pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) telah banyak dimanfaatkan oleh kelompok ekonomi kelas menengah atas. Fasilitas ini mencakup barang-barang kebutuhan pokok, pendidikan, kesehatan, dan transportasi.
Sri Mulyani menekankan insentif fiskal berupa PPN dibebaskan terbukti menjaga daya beli masyarakat di semua lapisan, baik Rumah Tangga (RT) miskin, rentan, menengah hingga atas. Menurutnya, instrumen fiskal PPN dibebaskan penting meski tak familiar. Mengingat, masih banyak masyarakat beranggapan bahwa semua barang dan jasa dikenai PPN. Padahal, sejatinya dalam UU HPP sudah sangat dijelaskan barang kebutuhan pokok, pendidikan, kesehatan dan transportasi tidak dikenai PPN.
"Jadi kalau membayangkan 'oh kemarin PPN 10% ke 11%, dan di UU HPP akan menjadi 12%. Barang-barang itu pokok, pendidikan, kesehatan dan transportasu tidak terkena PPN, jadi itu memproteksi (daya beli masyarakat)," ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers RAPBN 2025 di Kantor Ditjen Pajak, Jakarta, pada Jumat (16/8/2024).
Baca Juga: Daftar Barang Bebas PPN 11 Persen
Menurut Sri Mulyani, cari sejumlah alokasi fiskal untuk fasilitas PPN dibebaskan, mayoritas atau Rp31 triliun per tahun justru dinikmati oleh 10% rumah tangga terkaya di Indonesia, atau desil 10. Sebaliknya, desil 1 hingga desil 4 yang terdiri dari 10% rumah tangga termiskin, masing-masing hanya memperoleh Rp3,3 triliun, Rp4,4 triliun, Rp5,3 triliun dan Rp6,3 triliun per tahun dari fasilitas tersebut.
"Kalau kita lihat yang biru tua atas ini, mereka (fasilitas PPN dibebaskan) dinikmati bahkan more (lebih) pada kelompok kelas menengah bahkan sampai atas barangkali. Jadi yang ingin saya sampaikan, APBN (PPN dibebaskan) itu juga menjaga daya beli masyarakat" jelas Sri Mulyani.
Tambahan informasi, per 1 April 2022 lalu pemerintah menaikkan tarif PPN dari 10% menjadi 11%, sebagaimana amanat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP) Pasal 7. Namun demikian, sejumlah barang dan jasa tertentu tetap diberikan fasilitas bebas PPN maupun tetap tidak dikenakan PPN.
Kebijakan tersebut tertuang dalam PP 49/ 2022 yang mengecualikan barang kebutuhan pokok, pendidikan, kesehatan dan transportasi dari pengenaan atau pemungutan PPN.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









