Ketua DPR: Penerimaan APBN Terkoreksi Dalam Imbas Ketidakpastian Global
Demi Ermansyah | 17 Agustus 2024, 05:12 WIB

AKURAT.CO Ketua DPR RI, Puan Maharani, menyoroti dampak signifikan dari gejolak dan ketidakpastian global terhadap kehidupan bangsa dan negara. Menurutnya, krisis yang terjadi di tingkat internasional telah mempengaruhi berbagai aspek kehidupan nasional, mulai dari ketahanan kesehatan, sosial, pangan, energi, hingga ekonomi.
"Gejolak dan ketidakpastian global tersebut berdampak langsung terhadap kehidupan kita sebagai bangsa dan negara," ujar Puan saat membuka masa persidangan pertama tahun sidang 2024-2025 di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Jumat (16/8/2024).
Sebagai perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI, Puan juga menjelaskan bahwa APBN, yang menjadi salah satu instrumen strategis dalam penyelenggaraan pemerintahan negara, turut terkena dampak dari situasi global ini. Ia menyoroti adanya koreksi yang sangat dalam terhadap ruang fiskal yang membuat pemerintah harus mengambil langkah-langkah sulit.
"Penurunan penerimaan perpajakan dan kebutuhan belanja subsidi yang meningkat sangat besar telah memaksa kita untuk menempuh pilihan pahit dengan penarikan utang yang sangat besar," terang Puan.
"Penurunan penerimaan perpajakan dan kebutuhan belanja subsidi yang meningkat sangat besar telah memaksa kita untuk menempuh pilihan pahit dengan penarikan utang yang sangat besar," terang Puan.
Baca Juga: Tim Transisi Pastikan Implementasi APBN 2025 Efektif
Meski menghadapi berbagai tantangan, Puan mengapresiasi gotong royong dan kerja sama seluruh pemangku kepentingan serta elemen bangsa dalam menghadapi krisis ini. Ia menyampaikan rasa terima kasihnya kepada semua pihak yang telah berkontribusi, termasuk DPR RI, Pemerintah Pusat, Pemerintahan Daerah, TNI, POLRI, BUMN, swasta, UMKM, dan seluruh rakyat Indonesia.
"Terima kasih kami ucapkan atas gotong royong, kerja bersama seluruh pemangku kepentingan; DPR RI, Pemerintah Pusat, Pemerintahan Daerah, TNI, POLRI, BUMN, Swasta, UMKM dan seluruh rakyat, perekonomian nasional berangsur pulih," ungkap Puan.
Puan juga menekankan bahwa capaian ini patut disyukuri bersama. "Hal ini patut kita syukuri bersama, karena banyak pengalaman negara lain belum sepenuhnya pulih, apalagi ekonominya dapat tumbuh 5 persen tiap tahun," tambahnya.
Meski menghadapi berbagai tantangan, Puan mengapresiasi gotong royong dan kerja sama seluruh pemangku kepentingan serta elemen bangsa dalam menghadapi krisis ini. Ia menyampaikan rasa terima kasihnya kepada semua pihak yang telah berkontribusi, termasuk DPR RI, Pemerintah Pusat, Pemerintahan Daerah, TNI, POLRI, BUMN, swasta, UMKM, dan seluruh rakyat Indonesia.
"Terima kasih kami ucapkan atas gotong royong, kerja bersama seluruh pemangku kepentingan; DPR RI, Pemerintah Pusat, Pemerintahan Daerah, TNI, POLRI, BUMN, Swasta, UMKM dan seluruh rakyat, perekonomian nasional berangsur pulih," ungkap Puan.
Puan juga menekankan bahwa capaian ini patut disyukuri bersama. "Hal ini patut kita syukuri bersama, karena banyak pengalaman negara lain belum sepenuhnya pulih, apalagi ekonominya dapat tumbuh 5 persen tiap tahun," tambahnya.
Dengan situasi yang berangsur pulih, Puan berharap agar semangat gotong royong terus dijaga, sehingga bangsa Indonesia dapat menghadapi tantangan ke depan dengan lebih baik dan solid.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









