Krisis Moral dan Kepemimpinan Picu Ketidakpercayaan Publik

AKURAT.CO Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), menyoroti krisis moral sebagai salah satu faktor utama yang mengurangi kepercayaan publik terhadap sistem politik Indonesia.
Ekonom Senior Indef, Didin S. Damanhuri, mencatat bahwa peristiwa-peristiwa politik terkini, termasuk mundurnya beberapa tokoh penting, menunjukkan adanya masalah mendalam dalam kepemimpinan.
"Peristiwa mundurnya Airlangga Hartarto dan berbagai kontroversi lainnya mencerminkan masalah yang lebih besar dalam kepemimpinan politik kita," ujar Didin dalam acara Diskusi Publik Indef di Youtube Indef, Senin (19/8/2024).
Baca Juga: Sering Salahkan Menko Airlangga, Jokowi Tak Seharusnya Alihkan Tanggung Jawab
Menurutnya, ketidakmampuan untuk menjaga etika dan moralitas politik telah menyebabkan ketidakpercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintahan. “Ketika pemimpin tidak menunjukkan integritas, rakyat akan semakin skeptis terhadap kinerja dan tujuan politik mereka," tambahnya.
Selain itu, Didin juga mencatat bahwa perpecahan politik yang semakin tajam memperburuk situasi. "Ketidakstabilan politik dan pertikaian antara berbagai kelompok membuat masyarakat merasa semakin terpinggirkan dan tidak terwakili," katanya.
Ia menekankan pentingnya reformasi dalam sistem politik untuk mengembalikan kepercayaan publik. "Krisis moral yang melanda saat ini membutuhkan perhatian serius agar kepercayaan masyarakat terhadap sistem politik dapat dipulihkan," tegas Didin.
Lebih lanjut, Didin mengungkapkan bahwa perubahan yang substansial dalam cara politik dijalankan akan menjadi kunci untuk memperbaiki hubungan antara pemerintah dan rakyat. "Hanya dengan integritas dan transparansi, kepercayaan publik dapat kembali dibangun," tandasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








