Komisi VI Minta Kenaikan Nilai Investasi Dibarengi Peningkatan Kualitas
Demi Ermansyah | 20 Agustus 2024, 15:29 WIB

AKURAT.CO Presiden Joko Widodo dalam pidatonya beberapa waktu lalu menyampaikan pada aspek industri Pemerintahan, Indonesia telah mengambil langkah besar untuk meningkatkan produktivitas dan nilai tambah.
Di mana langkah tersebut dimulai dari nikel, bauksit, dan tembaga yang akan dilanjutkan dengan timah, serta sektor potensial lainnya, seperti perkebunan, pertanian, dan kelautan.
Merespon hal tersebut, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Martin Manurung menjelaskan bahwa peningkatan kuantitas investasi selama lima tahun terakhir, harus diimbangi dengan investasi yang semakin berkualitas. Sebab hal tersebut agar investasi yang masuk selaras dengan peningkatan kualitas penyerapan tenaga kerja yang lebih baik.
"Dan juga menghasilkan produk-produk yang bisa lebih membuat produk Indonesia itu menjadi tuan di negerinya sendiri. Jadi saya pikir itu capaian ke depan yang harus dicapai oleh pemerintah di bidang-bidang yang ada di Komisi VI, dan kami akan mencoba untuk terus, kalau saya masih di Komisi VI juga, untuk mengawal," jelasnya di Gedung Nusantara II, DPR RI, Senayan, dikutip Selasa (20/8/2024).
Tak kalah penting, lanjutnya, yakni hilirisasi yang banyak melibatkan tenaga kerja Indonesia. Meski kini masih banyak tenaga kerja asing, namun, ke depan ia berharap pertukaran pengalaman dan teknologi dapat membuat Indonesia tak lagi ketergantungan terhadap tenaga kerja asing.
"Nah ke depan bagaimana secara terus menerus terjadi transfer of knowledge dan transfer of technology, sehingga ketergantungan kita terhadap tenaga kerja asing yang skilled labor semakin kecil, kita semakin bisa menguasai," harapnya.
Sementara itu, di bidang perdagangan, ke depan Martin mendorong peningkatan perdagangan barang yang memberikan nilai tambah yang besar. Misalnya dengan tidak lagi menjual barang-barang mentah.
"Jadi bukan lagi barang-barang mentah, tapi juga yang sudah kalau dikatakan hilirisasi atau industrialisasi, tapi yang penting dia menghasilkan satu produk yang menghasilkan nilai tambah, itu dari sisi perdagangan," paparnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









