BI Sebut RI Masih Selamat dari Perlambatan Ekonomi Global

AKURAT.CO Bank Indonesia (BI) mencatat adanya perlambatan ekonomi global yang signifikan, terutama di Amerika Serikat. Hal ini terlihat dari penurunan yield pada obligasi pemerintah AS tenor 2 dan 10 tahun.
Menurut Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, perlambatan ekonomi ini juga berimbas pada pelemahan dolar AS terhadap berbagai mata uang dunia. "Perlambatan ekonomi Anderika Serikath berdampak pada meningkatkan pengantinan dan menurutnya invasi yang lebih cepat ke arah sasaran invasi jangka panjangnya,” katanya dalam konferensi pers di Jakarta pada (21/8/2024).
Kondisi ini turut mendorong kuatnya ekspektasi penurunan debt fund rate yang lebih cepat dan lebih besar dari perkembangan. Penurunan nilai tukar dolar AS turut mempengaruhi pasar uang global, menambah ketidakpastian dalam perdagangan internasional.
Baca Juga: BI Waspadai 3 Rambatan Ekonomi Global
Dalam konteks ini, Indonesia menunjukkan ketahanan ekonomi yang kuat. Pada kuartal kedua 2024, ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,09% year-on-year, didorong oleh konsumsi rumah tangga dan investasi. "Pertumbuhan ekonomi kuartal II tahun 2024 sebesar 5,09 persen year-on-year, terutama dihubung oleh konsumsi rumah tangga dan investasi,” jelasnya.
Kinerja positif ini tercermin dalam peningkatan ekspor yang signifikan. Indonesia berhasil meningkatkan ekspor, didorong oleh permintaan global yang tinggi dan kenaikan ekspor jasa. Namun, meskipun ekonomi domestik menunjukkan pertumbuhan yang stabil, risiko global tetap menjadi perhatian. Ketidakpastian politik dan ekonomi di Amerika Serikat dapat mempengaruhi sentimen pasar global.
"Ke depan, risiko terkait dengan perkawatan resesi ekonomi Amerika Serikat dan dinamika geopolitik di berbagai belahan ekonomi dunia, termasuk di Amerika, sejalan dengan proses pemilihan umum di sana perlu diterus diikuti," ujar Perry.
Di tengah ketidakpastian tersebut, Indonesia berhasil menarik aliran modal asing yang signifikan, memperkuat posisi mata uang dan cadangan devisa. Ke depan, BI akan terus memantau perkembangan global dan domestik untuk memastikan stabilitas ekonomi.
“Berlanjutnya proyek strategis nasional diperkirakan dapat meningkatkan investasi, khususnya investasi swasta. Kondisi ini memerlukan kehati-hatian dalam merumuskan respon perusahaan dari ramahkan ketidakpastian global terhadap perekonomian domestik," tandas Perry.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Urusan Hary Tanoe dan Mbak Tutut Sudah Kelar, Jusuf Hamka Diduga Lakukan Klaim Sepihak
- 2Kalender Jawa 8 Juni 2026: Watak Weton Senin Legi, Sosok yang Ramah dan Disukai Banyak Orang
- 3Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan: Analisis Lengkap, Head to Head, dan Susunan Pemain
- 4Menkeu Purbaya Tidak Diganti, Rupiah dan IHSG Kompak Meroket
- 5Prediksi Skor Senegal vs Arab Saudi 10 Juni 2026, lengkap dengan Statistik Head to Head dan Susunan Pemain
- 6Cara Nonton Piala Dunia 2026 Gratis di HP dan Laptop Lewat Link Resmi
- 7Ketua Komisi IV DPR Beri Penghargaan Tim Operasi Pengamanan Taman Nasional Komodo
- 8Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 9Jawab Aksi Mahasiswa, Qodari: Prabowo Sudah Hemat Rp300 Triliun dan Perangi Kebocoran APBN
- 10Bos Blueray Cargo Akui Kucurkan Rp30 Miliar ke Dedi Congor









