Miliarder Rusia Ungkap Sanksi Barat Justru Rugikan Uni Eropa

AKURAT.CO Sanksi Barat terhadap Rusia ternyata memberikan dampak yang berlawanan dengan yang diharapkan. Miliarder Rusia, Alisher Usmanov menyatakan hal ini dalam wawancara dengan surat kabar Italia, ‘Corriere Della Sera’.
Kemudian, Usmanov mengungkapkan bahwa sanksi-sanksi tersebut justru lebih banyak merugikan negara-negara Uni Eropa daripada Rusia. “Mereka ingin merusak ekonomi Rusia, dan di sini ekonomi Rusia sedang tumbuh. Mereka ingin menghukum elit bisnis, dan orang-orang Rusia membawa pulang uangnya," ujarnya, dilansir Russia Today, Senin (26/8/2024).
Menurutnya, ekonomi Rusia mampu beradaptasi dengan sanksi, sementara pasar Eropa mengalami kerugian. Serta, ekonomi Rusia tercatat tumbuh 3,6% pada tahun 2023 meskipun terkena sanksi dari Uni Eropa, AS, dan sekutunya setelah dimulainya operasi khusus di Ukraina pada tahun 2022.
Baca Juga: Ekonomi Rusia Mulai Lesu Imbas Perang dengan Ukraina
Sebaliknya, Jerman, salah satu kekuatan ekonomi Uni Eropa, mengalami resesi, dan negara-negara besar lainnya seperti Prancis dan Italia mencatat pertumbuhan kurang dari 1%. Pasca sabotase Pipa Nord Stream pada September 2022, yang mengakibatkan penurunan drastis pasokan gas Rusia ke UE, Eropa mulai membeli gas alam cair (LNG) dari AS. Menurut estimasi Kementerian Energi Rusia, LNG Amerika harganya 30-40% lebih mahal daripada gas pipa Rusia.
Usmanov juga mengkritik kebijakan sanksi yang menargetkan individu-individu dekat dengan kepemimpinan Rusia, mengklaim bahwa tindakan tersebut merupakan kesalahan besar. “Barat telah melakukan kesalahan besar dengan menganiaya para pengusaha Rusia karena alasan politik," tambahnya.
Usmanov, yang lahir di Uzbekistan dan kini berada dalam daftar sanksi Inggris, Uni Eropa, dan AS, mengeluhkan bahwa pembatasan ini membuat investasi Rusia di luar negeri menjadi tidak mungkin. Hal ini mendorong banyak pebisnis Rusia untuk berinvestasi di dalam negeri.
Pada tahun 2017, Usmanov dianugerahi gelar Komandan Orde Jasa Republik Italia atas kontribusinya dalam mendanai restorasi kompleks Trajan's Forum di Roma. "Sanksi adalah tanda ketidakberdayaan," ujar Usmanov, yang juga menekankan bahwa perdamaian di Ukraina hanya dapat dicapai melalui kompromi dan negosiasi.
Menurut laporan Forbes, Usmanov memiliki saham di perusahaan bijih besi dan baja Metalloinvest, serta perusahaan telekomunikasi MegaFon, dengan kekayaan bersih mencapai USD13,8 miliar, menjadikannya salah satu dari 100 orang terkaya di dunia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









