Akurat
Pemprov Sumsel

Jepang Tawarkan Insentif Rp62 Juta bagi Wanita Yang Mau Menikah dan Pindah dari Tokyo

Silvia Nur Fajri | 28 Agustus 2024, 12:56 WIB
Jepang Tawarkan Insentif Rp62 Juta bagi Wanita Yang Mau Menikah dan Pindah dari Tokyo

AKURAT.CO Pemerintah Jepang menawarkan insentif sebesar JPY600.000 atau sekitar USD4.000 (setara Rp62 juta) bagi wanita yang bersedia menikah dan pindah dari Tokyo. Langkah ini diambil untuk mengatasi masalah kepadatan populasi di ibu kota dan mendorong penyebaran penduduk ke wilayah lain di Jepang.

Dikutip dari SoraNews pada Rabu (28/8/2024), Tokyo mengalami lonjakan populasi yang signifikan akibat arus migrasi generasi muda dari daerah lain. Sebagai upaya untuk mengurangi kepadatan, pemerintah Jepang menyediakan insentif tersebut khusus bagi perempuan yang bersedia pindah ke daerah dengan jumlah penduduk yang lebih sedikit. 

"Pemerintah berupaya meratakan populasi dengan memberikan dukungan finansial bagi wanita yang bersedia berkontribusi pada penyebaran penduduk," kata seorang pejabat pemerintah.

Baca Juga: Jepang Siap Danai 34 Proyek Transisi Energi RI

Saat ini, pemerintah belum mengumumkan secara rinci kota-kota yang akan menerima program ini, namun kota-kota yang berada di dekat Tokyo, seperti Osaka, tidak akan termasuk dalam daftar. Sekretariat Kabinet Jepang berencana untuk memasukkan anggaran untuk program ini pada tahun depan.

Program insentif ini bukanlah kebijakan pertama yang diambil Jepang dalam rangka mendistribusikan populasi. Sebelumnya, pemerintah menawarkan hingga JPY1 juta untuk keluarga yang bersedia pindah dari Tokyo, dengan mencakup 23 wilayah dengan kepadatan penduduk rendah.

Namun, pemberian insentif yang ditargetkan hanya untuk wanita ini bisa menimbulkan kontroversi. Beberapa kritik mencatat bahwa memberikan uang khusus kepada perempuan mungkin dianggap sebagai metode yang tidak langsung untuk mendorong mereka keluar dari ibu kota. 

“Penawaran insentif ini bisa menimbulkan persepsi bahwa pemerintah mencoba untuk secara spesifik mengurangi jumlah perempuan di Tokyo," ujar seorang pengamat sosial.

Di sisi lain, banyak perempuan dari daerah pedesaan yang lebih memilih pindah ke kota besar untuk mengejar kesempatan pendidikan dan pekerjaan yang tidak tersedia di kampung halaman mereka. 

"Pilihan pekerjaan di pedesaan sering kali terbatas pada sektor-sektor yang didominasi laki-laki, seperti pertanian dan manufaktur, yang membuat perempuan lebih cenderung mencari peluang di kota," tambahnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.