Menteri Rosan Minta Tambahan Anggaran 2025 Rp889,3 Miliar

AKURAT.CO Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani mengajukan usulan tambahan anggaran sesuai kebutuhan untuk tahun depan sebesar Rp889,3 miliar dalam rangka mencapai target realisasi investasi Rp1.905 triliun di 2025.
Dengan usulan tambahan anggaran tersebut, total anggaran yang diajukan naik menjadi Rp1,57 triliun, dari pagu awal yang hanya Rp681,88 miliar.
Menurutnya, pagu awal anggaran tak cukup dan hanya tersedia untuk kegiatan rutin maka hal ini dapat menimbulkan konsekuensi tentunya terbatasnya pembiayaan untuk kegiatan peningkatan konsolidasi perencanaan, hilirisasi, dan promosi penanaman modal.
Anggaran yang tidak cukup ini juga dapat berdampak pada terbatasnya penciptaan lapangan pekerjaan dan investasi orientasi ekspor, kemudian penurunan pelayanan kepada pelaku usaha dan sebagainya.
"Anggaran yang disetujui tahun depan hanya untuk kegiatan rutin dan bita jadi kami harus mengkaji ulang pengoperasian Pusat Promosi Investasi Indonesia atau IIPC yang kini ada di sembilan negara," kata Rosan dalam rapat kerja bersama Komisi VI DPR, Selasa (3/9/2024).
Baca Juga: Bertemu PM Singapura, Menteri Rosan Genjot Investasi Negeri Singa
Sembilan negara yang dimaksud adalah Singapura, Jepang, Australia, Cina, Amerika Serikat, Taiwan, Korea Selatan, Uni Emirat Arab, dan Inggris. Rosan menilai, IIPC di negara tersebut dapat ditutup lantaran tidak ada anggaran untuk perencanaan, promosi, dan hilirisasi.
Rosan menilai, minimnya anggaran tersebut akan menimbulkan konsekuensi. Salah satunya, sulit mencapai target investasi tahun depan. Selain itu, menurut Rosan, minimnya anggaran bagi Kementerian Investasi berpotensi membuat pertumbuhan ekonomi nasional tahun depan tidak mencapai target.
Asal tahu, target investasi pada tahun depan naik 15,5% dibandingkan target tahun ini senilai Rp1.650 triliun menjadi Rp1.905,6 triliun.
Lebih lanjut Rosan menjelaskan, target investasi harus naik setiap tahunnya agar dapat mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional lebih dari 6%. Target investasi pada 2029 diperkirakan mencapai Rp2.793,3 triliun dengan target pertumbuhan ekonomi nasional 6,6%.
Rosan menghitung perlu ada dana segar hingga Rp11.855,5 triliun agar pertumbuhan ekonomi nasional tumbuh rata-rata 6,1% pada 2025-2029.
Maka menurutnya, pemerintah akan fokus menanamkan dana segar ke sektor hijau, infrastruktur konektivitas, transisi energi, hilirisasi, dan investasi berbasis ekspor. Selain pemenuhan anggaran, Rosan mengatakan dari sisi ekternal perlu ada perbaikan konflik geopolitik di Timur Tengah dan Eropa Timur.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








