Perdagangan Luar Negeri China Tunjukkan Resiliensi
Demi Ermansyah | 11 September 2024, 14:56 WIB

AKURAT.CO Perdagangan luar negeri China terus menunjukkan resiliensi yang kuat selama delapan bulan pertama tahun ini, di tengah lingkungan eksternal yang kompleks dan menantang, demikian tunjuk data resmi pada Selasa (10/9).
Selama periode tersebut, volume perdagangan barang China dalam yuan meningkat 6% secara tahunan (year on year/yoy), menurut Administrasi Umum Kepabeanan (General Administration of Customs/GAC) China. Selama periode Januari-Agustus 2024, ekspor dan impor China dalam yuan masing-masing meningkat 6,9% dan 4,7% (yoy), lanjut GAC.
Dalam dolar AS, perdagangan barang luar negeri China mencapai USD4,02 triliun selama periode yang sama, naik 3,7% (yoy). Sementara itu, nilai ekspor dan impor dalam dolar AS meningkat masing-masing 4,6% dan 2,5% (yoy). Surplus perdagangan meningkat 11,2% (yoy) menjadi USD608,49 miliar selama periode delapan bulan itu.
Direktur Departemen Statistik dan Analisis GAC, Lyu Daliang mengaitkan peningkatan perdagangan luar negeri ini dengan meningkatnya permintaan baik di dalam maupun luar negeri. "Ekonomi China terus mengalami pemulihan sejak awal tahun ini. Pada paruh pertama tahun ini, pangsa ekspor dan impor global China membukukan peningkatan yang stabil," kata Lyu.
ASEAN masih menjadi mitra perdagangan terbesar China, dengan volume perdagangan bilateral mencapai CNY4,5 triliun dalam delapan bulan pertama, naik 10% dari angka tahun lalu dan menyumbang 15,7% dari total perdagangan luar negeri China. Mitra perdagangan terbesar kedua China adalah Uni Eropa (UE) dengan volume perdagangan CNY3,72 triliun, diikuti oleh Amerika Serikat dengan CNY3,15 triliun, dan Korea Selatan dengan CNY1,51 triliun.
Perdagangan barang China dengan negara-negara peserta pembangunan bersama Inisiatif Sabuk dan Jalur Sutra meningkat 7% menjadi CNY13,48 triliun dalam delapan bulan pertama 2024. Produk mekanis dan listrik terus mendominasi ekspor China selama periode tersebut, mencakup hampir 60% dari nilai totalnya.
Secara khusus, ekspor peralatan dan komponen pemrosesan data otomatis naik 11,6% (yoy) dalam delapan bulan pertama, ekspor sirkuit terintegrasi (IC) meningkat 24,8%, dan ekspor otomotif naik 22,2%.
Secara nasional, wilayah barat China memimpin dalam hal tingkat pertumbuhan perdagangan luar negeri. Dalam delapan bulan pertama 2024, didorong oleh ekspor produk berteknologi tinggi, volume impor dan ekspor di wilayah barat naik 10,1% (yoy). Angka ini melampaui tingkat pertumbuhan 6,7% dan 2,2% yang tercatat masing-masing di wilayah timur dan timur laut.
Dalam delapan bulan pertama, volume perdagangan luar negeri perusahaan swasta naik 10,5% (yoy), mencakup 55,1% dari total volume perdagangan luar negeri China. China menargetkan untuk meningkatkan volume dan kualitas perdagangan luar negeri, mendorong impor barang berkualitas tinggi, serta membantu perusahaan perdagangan luar negeri mengurangi biaya dan menggenjot efisiensi, menurut laporan kerja pemerintah tahun ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









