Terus Kena Sanksi, Rusia Bakal Batasi Ekspor Komoditas Tambang ke Barat?

AKURAT.CO Presiden Rusia, Vladimir Putin, meminta pejabatnya untuk mempertimbangkan pembatasan ekspor komoditas tambang seperti nikel, titanium, dan uranium sebagai respons terhadap sanksi dari negara-negara Barat.
"Rusia punya cadangan bahan baku strategis seperti uranium, titanium, dan nikel," kata Putin dalam pertemuan dengan pemerintah yang disiarkan di TV. Karena Barat membatasi ekspor beberapa komoditas Rusia, seperti berlian, Putin berpikir mungkin Rusia juga perlu memikirkan pembatasan serupa. Tapi, katanya, pembatasan itu seharusnya tidak merugikan Rusia sendiri.
Sejak Rusia menginvasi Ukraina pada 2022, AS dan Uni Eropa telah menerapkan berbagai sanksi terhadap perekonomian Rusia, termasuk perusahaan logam dan tambang. Namun, beberapa komoditas seperti palladium tidak terkena sanksi besar dan masih bisa dikirim ke negara-negara Barat.
Baca Juga: Perusahaan Pencetak Laba Terbesar Ketiga di Rusia Hilang Secara Misterius
Meskipun London Metal Exchange melarang pengiriman nikel dan aluminium baru dari Rusia pada April, Rusia masih menjual sebagian besar produksinya ke pengguna akhir. AS juga telah melarang impor uranium, nikel, tembaga, dan aluminium baru dari Rusia.
Putin menegaskan bahwa langkah ini tidak harus dilakukan segera, tapi dia ingin mempertimbangkan pembatasan pasokan untuk beberapa komoditas strategis, selain yang sudah disebutkan.
MMC Norilsk Nickel PJSC, yang merupakan produsen nikel olahan terbesar di dunia, dan VSMPO-Avisma PJSC, produsen titanium besar, belum terkena sanksi AS atau Inggris. Selain itu, Rusia juga merupakan eksportir besar bahan bakar nuklir dan teknologi, dengan Rosatom Corp mengendalikan hampir setengah kapasitas pengayaan uranium global.
Juru bicara Norilsk Nickel dan Rosatom tidak memberikan komentar tentang pernyataan Putin, sementara VSMPO-Avisma belum menanggapi. Setelah pernyataan Putin, harga nikel di London Metal Exchange langsung melonjak 2,6%.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








