Menkeu Yellen Sebut Pemangkasan Suku Bunga Positif bagi Ekonomi AS
Demi Ermansyah | 20 September 2024, 17:41 WIB

AKURAT.CO Menteri Keuangan AS, Janet Yellen, menyebutkan bahwa penurunan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed) merupakan salah satu sinyal positif untuk perekonomian AS.
Di mana penurunan suku bunga menandakan adanya kemajuan signifikan dalam upaya menurunkan inflasi, sekaligus memperkuat komitmen untuk menjaga stabilitas pasar tenaga kerja.
"Tentunya langkah tersebut mencerminkan keyakinan Federal Reserve bahwa inflasi kini telah turun secara drastis dan menuju target 2%. Selain itu, risiko yang selama ini mengkhawatirkan terkait inflasi pun sudah berkurang secara signifikan," paparnya.
Bahkan dalam sebuah acara yang diadakan oleh majalah The Atlantic, Yellen menegaskan bahwa fokus utama sekarang adalah menjaga agar pasar tenaga kerja tetap kuat dan stabil.
Seperti yang diketahui, sehari pasca keputusan The Fed menurunkan suku bunga acuan sebesar setengah poin, Yellen menambahkan bahwa kebijakan moneter masih tetap ketat, namun ekspektasinya suku bunga akan terus turun ke depannya.
Seperti yang diketahui, sehari pasca keputusan The Fed menurunkan suku bunga acuan sebesar setengah poin, Yellen menambahkan bahwa kebijakan moneter masih tetap ketat, namun ekspektasinya suku bunga akan terus turun ke depannya.
"Sebab proyeksi para pembuat kebijakan The Fed menunjukkan tren penurunan suku bunga yang kemungkinan berlanjut hingga tahun 2026. Meskipun demikian, para pengambil kebijakan tetap harus waspada terhadap data ekonomi yang masuk dan siap menghadapi kemungkinan adanya langkah-langkah tak terduga," paparnya kembali.
Yellen juga menjelaskan bahwa risiko inflasi telah menurun secara signifikan, dan saat ini pasar tenaga kerja berada dalam kondisi yang lebih sehat.
Yellen juga menjelaskan bahwa risiko inflasi telah menurun secara signifikan, dan saat ini pasar tenaga kerja berada dalam kondisi yang lebih sehat.
"Berbeda dengan tahun 2022 atau 2023 ketika pemberi kerja kesulitan mencari pekerja, kini situasi tenaga kerja lebih normal," ucapnya.
Oleh karena itu dirinya optimis bahwa jalur ekonomi yang stabil ini dapat terus dipertahankan, sembari tetap memastikan bahwa penyesuaian kebijakan yang tepat dilakukan jika diperlukan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









