Genjot Literasi Masyarakat Soal APBN, Kemenkeu Kembali Gelar Program Mengajar

AKURAT.CO Kementerian Keuangan (Kemenkeu) kembali meluncurkan program Kemenkeu Mengajar yang ke-9, sebuah inisiatif yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, terutama generasi muda, tentang peran penting Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Kegiatan ini dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia, melibatkan lebih dari 8.333 relawan, yang merupakan pegawai Kemenkeu, mahasiswa, dan sukarelawan lainnya.
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, hadir langsung di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Tanjung Pandan, Belitung, untuk memberikan edukasi kepada siswa mengenai pentingnya memahami keuangan negara.
Dalam sesi tersebut, ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam memelihara dan menjaga Indonesia. "Untuk bisa menjadi bangsa yang semakin maju dan besar, pemahaman tentang keuangan negara harus ditingkatkan," ujar Sri Mulyani, Senin (7/10/2024).
Baca Juga: APBN 2025 Dirancang untuk Dukung Program Unggulan Prabowo
Sri Mulyani menggunakan analogi menarik untuk menjelaskan fungsi APBN. Ia menyebutkan bahwa keuangan negara seperti aliran darah dalam tubuh manusia yang membawa nutrisi ke seluruh bagian. "Ibaratnya, darah yang mengalir di dalam tubuh, keuangan negara itu sama seperti aliran darah di dalam tubuh negara Indonesia. Ini adalah #UangKita," tambahnya.
Program Kemenkeu Mengajar telah berjalan sejak 2016 dan melibatkan relawan yang mengajar di berbagai tingkat pendidikan, mulai dari SD hingga SMA, serta di beberapa Sekolah Luar Biasa (SLB) dan Sekolah Indonesia di Luar Negeri (SILN). Melalui kegiatan ini, siswa mendapatkan wawasan mengenai peran Kementerian Keuangan dalam mengelola APBN, manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari, serta pengenalan terhadap berbagai profesi yang ada di Kemenkeu.
Materi yang disampaikan dalam program ini tidak hanya mencakup penjelasan tentang APBN, tetapi juga mengajak siswa untuk memahami nilai-nilai Kementerian Keuangan serta manfaat dari keuangan negara. Dalam edisi ke-9 ini, tema yang diusung adalah “Peran APBN dalam Mewujudkan Kecerdasan, Kesehatan, dan Kesejahteraan.”
Dengan menyasar 327 sekolah di seluruh Indonesia, termasuk 126 SD, 83 SMP, 100 SMA/SMK/MA, 13 SLB, dan 5 SILN, Kemenkeu Mengajar diharapkan dapat menjangkau lebih banyak siswa dan memberikan pengetahuan yang bermanfaat tentang literasi keuangan negara.
Melalui upaya ini, Kemenkeu tidak hanya berperan dalam pengelolaan keuangan negara tetapi juga berkomitmen untuk mendidik generasi muda agar lebih cerdas dalam memahami dan mengelola keuangan mereka di masa depan. Harapannya, siswa yang terlibat dalam program ini akan tumbuh menjadi individu yang sadar akan pentingnya keuangan negara dan berkontribusi dalam pembangunan bangsa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









