Inflasi Tahunan Oktober 2024 Capai 1,71 Persen, BI: Sesuai Sasaran Tahunan
Hefriday | 3 November 2024, 22:28 WIB

AKURAT.CO Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Oktober 2024 menunjukkan hasil positif dengan tingkat inflasi bulanan sebesar 0,08% (mtm) dan inflasi tahunan yang sedikit menurun menjadi 1,71% (yoy) dari 1,84% pada bulan sebelumnya.
Menurut Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, capaian tersebut mengindikasikan bahwa inflasi tetap terkendali di tengah kebijakan moneter ketat yang diterapkan oleh Bank Indonesia serta sinergi erat dengan Pemerintah melalui Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID).
Kolaborasi tersebut terutama diwujudkan dalam Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) yang dilakukan di berbagai daerah guna menjaga kestabilan harga pangan. Bank Indonesia meyakini bahwa inflasi tahun 2024 akan tetap berada dalam kisaran sasaran sebesar 2,5±1% hingga 2025, sejalan dengan strategi pengendalian inflasi yang konsisten.
Baca Juga: Bahaya Inflasi Gaya Hidup, Bikin Keuangan Stagnan
Komponen inflasi inti mencatat kenaikan 0,22% (mtm) pada Oktober, lebih tinggi dibandingkan 0,16% pada September 2024. Peningkatan ini disebabkan oleh kenaikan harga komoditas global, meskipun ekspektasi inflasi tetap dalam kisaran yang ditargetkan. Inflasi inti secara tahunan naik menjadi 2,21% (yoy) dari 2,09% pada bulan sebelumnya, terutama disumbang oleh kenaikan harga pada barang seperti emas perhiasan, nasi dengan lauk, dan kopi bubuk.
Komponen inflasi inti mencatat kenaikan 0,22% (mtm) pada Oktober, lebih tinggi dibandingkan 0,16% pada September 2024. Peningkatan ini disebabkan oleh kenaikan harga komoditas global, meskipun ekspektasi inflasi tetap dalam kisaran yang ditargetkan. Inflasi inti secara tahunan naik menjadi 2,21% (yoy) dari 2,09% pada bulan sebelumnya, terutama disumbang oleh kenaikan harga pada barang seperti emas perhiasan, nasi dengan lauk, dan kopi bubuk.
Kelompok volatile food pada bulan Oktober mencatat deflasi sebesar 0,11% (mtm), meskipun tidak sedalam deflasi bulan September yang mencapai 1,34% (mtm). Penurunan harga pada komoditas seperti aneka cabai, kentang, dan ikan segar menjadi faktor utama deflasi ini.
Melimpahnya pasokan pangan, terutama dari komoditas hortikultura yang masih dalam masa panen, mendukung kestabilan harga di sektor ini. Inflasi tahunan kelompok volatile food tercatat menurun ke 0,89% (yoy) dari 1,43% pada bulan sebelumnya.
Kelompok administered prices menunjukkan deflasi sebesar 0,25% (mtm) pada Oktober, lebih dalam dari bulan sebelumnya yang hanya 0,04% (mtm). Penurunan ini terutama disebabkan oleh penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi dan tarif angkutan udara. Inflasi tahunan kelompok ini menurun menjadi 0,77% (yoy) dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 1,40%.
"Bank Indonesia optimis bahwa inflasi akan tetap terkendali dalam kisaran target tahunan, berkat pengendalian harga pangan yang efektif melalui GNPIP dan dukungan TPIP serta TPID di seluruh wilayah," ujar Ramdan dikutip Minggu (3/11/2024).
Kelompok administered prices menunjukkan deflasi sebesar 0,25% (mtm) pada Oktober, lebih dalam dari bulan sebelumnya yang hanya 0,04% (mtm). Penurunan ini terutama disebabkan oleh penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi dan tarif angkutan udara. Inflasi tahunan kelompok ini menurun menjadi 0,77% (yoy) dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 1,40%.
"Bank Indonesia optimis bahwa inflasi akan tetap terkendali dalam kisaran target tahunan, berkat pengendalian harga pangan yang efektif melalui GNPIP dan dukungan TPIP serta TPID di seluruh wilayah," ujar Ramdan dikutip Minggu (3/11/2024).
Melalui upaya yang terus berkesinambungan antara Bank Indonesia dan Pemerintah, stabilitas harga diharapkan dapat dipertahankan sehingga memberikan dampak positif bagi daya beli masyarakat dan kestabilan ekonomi nasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









