AKURAT.CO Bank Indonesia (BI) bersama Monetary Authority of Singapore (MAS) Senin, (4/11/2024) mengumumkan perpanjangan perjanjian kerja sama keuangan bilateral hingga tiga tahun ke depan, yang berlaku sampai 1 November 2027.
Perpanjangan ini merupakan peningkatan dari kebijakan sebelumnya yang hanya dilakukan untuk satu tahun, mencerminkan komitmen kuat kedua lembaga dalam menjaga stabilitas moneter di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Kesepakatan tersebut terdiri dari dua perjanjian utama, yaitu Local Currency Bilateral Swap Agreement (LCBSA) dan Bilateral Repo Agreement (BRA). Melalui LCBSA, kedua bank sentral sepakat untuk menyediakan fasilitas pertukaran mata uang lokal hingga senilai SDG9,5 miliar, atau setara dengan Rp100 triliun.
"Perjanjian ini memungkinkan kedua negara untuk saling bertukar mata uang lokal, yaitu Rupiah dan Dolar Singapura, guna menjaga likuiditas dan mendukung stabilitas keuangan di masing-masing negara," tulis perwakilan BI daalam laman resmi, dikutip Selasa (5/11/2024).
Selain LCBSA, Bank Indonesia dan MAS juga menandatangani perjanjian Bilateral Repo Agreement (BRA). Perjanjian ini memungkinkan kedua bank sentral melakukan transaksi repo untuk memperoleh likuiditas sebesar USD3 miliar, atau dalam mata uang Yen atau Euro dengan nilai yang setara. Likuiditas ini dijamin oleh obligasi pemerintah yang diterbitkan oleh Amerika Serikat, Jepang, atau Jerman, yang dimiliki oleh kedua bank sentral.
Selain LCBSA, Bank Indonesia dan MAS juga menandatangani perjanjian Bilateral Repo Agreement (BRA). Perjanjian ini memungkinkan kedua bank sentral melakukan transaksi repo untuk memperoleh likuiditas sebesar USD3 miliar, atau dalam mata uang Yen atau Euro dengan nilai yang setara. Likuiditas ini dijamin oleh obligasi pemerintah yang diterbitkan oleh Amerika Serikat, Jepang, atau Jerman, yang dimiliki oleh kedua bank sentral.
Baca Juga: BI dan Monetary Authority of Singapore Perpanjang Kerjasama Keuangan Bilateral
Kerja sama ini telah berjalan sejak November 2018 sebagai tindak lanjut dari kesepakatan yang dicapai oleh Presiden Republik Indonesia dan Perdana Menteri Singapura. Keduanya sepakat untuk membangun dan memperkuat hubungan ekonomi bilateral serta menjaga kepercayaan terhadap perekonomian masing-masing.
Kerja sama ini telah berjalan sejak November 2018 sebagai tindak lanjut dari kesepakatan yang dicapai oleh Presiden Republik Indonesia dan Perdana Menteri Singapura. Keduanya sepakat untuk membangun dan memperkuat hubungan ekonomi bilateral serta menjaga kepercayaan terhadap perekonomian masing-masing.
Hal ini sejalan dengan upaya Bank Indonesia untuk memperluas dan memperkuat kerja sama internasional di bidang kebijakan moneter dan keuangan.
Dikutip dari website Bank Indonesia, perpanjangan kerja sama ini tidak hanya akan meningkatkan stabilitas keuangan di Indonesia dan Singapura, tetapi juga menjadi bentuk nyata dari upaya kedua negara dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global. Hal ini juga membantu memperkuat ketahanan perekonomian domestik dalam menghadapi dinamika eksternal.
Monetary Authority of Singapore juga menyambut baik perpanjangan kerja sama ini. Kepala MAS menyatakan bahwa perjanjian bilateral ini merupakan langkah penting dalam menjaga stabilitas dan integritas pasar keuangan regional.
Dikutip dari website Bank Indonesia, perpanjangan kerja sama ini tidak hanya akan meningkatkan stabilitas keuangan di Indonesia dan Singapura, tetapi juga menjadi bentuk nyata dari upaya kedua negara dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global. Hal ini juga membantu memperkuat ketahanan perekonomian domestik dalam menghadapi dinamika eksternal.
Monetary Authority of Singapore juga menyambut baik perpanjangan kerja sama ini. Kepala MAS menyatakan bahwa perjanjian bilateral ini merupakan langkah penting dalam menjaga stabilitas dan integritas pasar keuangan regional.
Ia menambahkan bahwa kerjasama keuangan antara Singapura dan Indonesia sangat penting di tengah gejolak ekonomi global, terutama karena kedua negara memiliki peran strategis di kawasan Asia Tenggara.
Perjanjian LCBSA antara BI dan MAS merupakan salah satu bentuk kerja sama yang lazim dilakukan oleh bank sentral di seluruh dunia. Melalui LCBSA, kedua bank sentral bisa saling bertukar mata uang untuk kebutuhan likuiditas, yang akan dipertukarkan kembali pada saat jatuh tempo. Hal ini membantu menjaga kestabilan kurs serta memperkuat likuiditas di pasar domestik.
Bilateral Repo Agreement (BRA) antara BI dan MAS juga mengikuti standar internasional di mana bank sentral dapat melakukan repo dengan jaminan surat berharga. BRA ini memungkinkan BI dan MAS untuk menukar surat berharga milik masing-masing dengan mata uang tertentu, yang akan ditukarkan kembali sesuai perjanjian saat jatuh tempo. BRA ini menyediakan cadangan likuiditas yang sangat dibutuhkan saat terjadi ketidakpastian pasar.
Dengan perpanjangan jangka waktu kerja sama ini, BI dan MAS memperkuat posisi mereka sebagai otoritas moneter yang siap menghadapi berbagai tantangan keuangan di masa depan. Kerja sama ini juga diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap stabilitas ekonomi regional, yang berkontribusi pada ketahanan ekonomi di Asia Tenggara.
Selain itu, kerja sama ini memperkuat posisi Indonesia dalam kolaborasi internasional, sesuai dengan strategi BI untuk memajukan kebijakan moneter yang adaptif dan kolaboratif. Bank Indonesia menegaskan akan terus berupaya menjalin kerja sama dengan berbagai negara untuk menjaga stabilitas dan memperkuat daya tahan ekonomi domestik.
Perjanjian LCBSA antara BI dan MAS merupakan salah satu bentuk kerja sama yang lazim dilakukan oleh bank sentral di seluruh dunia. Melalui LCBSA, kedua bank sentral bisa saling bertukar mata uang untuk kebutuhan likuiditas, yang akan dipertukarkan kembali pada saat jatuh tempo. Hal ini membantu menjaga kestabilan kurs serta memperkuat likuiditas di pasar domestik.
Bilateral Repo Agreement (BRA) antara BI dan MAS juga mengikuti standar internasional di mana bank sentral dapat melakukan repo dengan jaminan surat berharga. BRA ini memungkinkan BI dan MAS untuk menukar surat berharga milik masing-masing dengan mata uang tertentu, yang akan ditukarkan kembali sesuai perjanjian saat jatuh tempo. BRA ini menyediakan cadangan likuiditas yang sangat dibutuhkan saat terjadi ketidakpastian pasar.
Dengan perpanjangan jangka waktu kerja sama ini, BI dan MAS memperkuat posisi mereka sebagai otoritas moneter yang siap menghadapi berbagai tantangan keuangan di masa depan. Kerja sama ini juga diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap stabilitas ekonomi regional, yang berkontribusi pada ketahanan ekonomi di Asia Tenggara.
Selain itu, kerja sama ini memperkuat posisi Indonesia dalam kolaborasi internasional, sesuai dengan strategi BI untuk memajukan kebijakan moneter yang adaptif dan kolaboratif. Bank Indonesia menegaskan akan terus berupaya menjalin kerja sama dengan berbagai negara untuk menjaga stabilitas dan memperkuat daya tahan ekonomi domestik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









