Selain Hary Tanoesoedibjo, Siapa Konglomerat RI Yang Turut Kecipratan Trump Effect?

AKURAT.CO Kemenangan Trump yang tak lama lagi bakal dilantik pada 20 Januari 2025 mendatang turut membawa angin segar bagi sejumlah taipan Tanah Air. Di hari kemenangan Trump, saham PT MNC Land Tbk (KPIG), anak usaha MNC Group milik Hary Tanoe yang terafiliasi dengan bisnis properti Donald Trump, melesat hingga 13,66% hanya sehari setelah pengumuman hasil pemilu.
Tidak hanya KPIG, saham-saham lain dari MNC Group juga ikut merasakan sentimen positif dari kemenangan Trump. Saham PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) naik 5,1%, sementara PT MNC Asia Holding Tbk (BHIT) meningkat 5,13%, dan PT Global Mediacom Tbk (BMTR) mencatat kenaikan sebesar 1,89%.
Baca Juga: Trump Effect, Wamen ESDM Periode Jokowi Sebut NZE Bakal Lamban
Namun, bukan hanya Harry Tanoe yang diperkirakan akan memperoleh manfaat dari kebijakan pro-bisnis Trump. Dikutip dari berbagai macam sumber, Senin (11/11/2024), nama-nama besar seperti Anthony Salim, Budi Hartono, Michael Hartono, Eka Tjipta Widjaja, serta Achmad Hamami, juga memiliki peluang yang cukup besar untuk mengoptimalkan pertumbuhan bisnis mereka.
Menurut Ekonom Universitas Indonesia, Fithra Faisal, Indonesia bisa saja jadi primadona meski Trump memulai perang dagang kedua. Fithra juga meyakini Indonesia tetap memiliki peluang. Pasalnya AS baru saja mengabulkan perpanjangan fasilitas Generalized System of Preferences (GSP) yang merupakan pembebasan bea masuk bagi ekspor Indonesia.
Hal ini tentunya membawa angin segar bagi pengusaha Tanah Air yang banyak mengekspor produknya ke AS.
Belum lagi kunjungan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo, pernah menjanjikan pemerintahan AS di bawah Trump akan berupaya meningkatkan investasinya di sini. Hal tersebut sudah terbukti dengan proyek Trump International Golf Club, Trump Residences dan Hyatt Hotel di Lido dan Bali dengan menggandeng emiten milik Hary Tanoe.
Anthony Salim, pemimpin Grup Salim, yang memiliki investasi besar di sektor makanan dan konsumen, mungkin akan menikmati peluang ekspor produk makanan ke AS jika kebijakan perdagangan dilonggarkan.
Hal yang sama dengan Eka Tjipta Widjaja melalui Sinarmas Group memiliki eksposur besar di bisnis kelapa sawit dan kertas, yang keduanya memiliki potensi untuk diekspor ke pasar AS. Dengan Trump yang dikenal mendukung industri kelapa sawit di masa lalu, Sinarmas dapat menikmati dorongan ekspor CPO (Crude Palm Oil) yang lebih kuat, membuka peluang besar bagi pendapatan perusahaan.
Selain mereka, Martua Sitorus, pendiri Wilmar International, juga diperkirakan mendapat manfaat dari kebijakan pro-ekspor AS. Bisnis agribisnis Wilmar yang besar, terutama di sektor kelapa sawit, akan sangat terbantu jika pasar AS menjadi lebih terbuka terhadap produk-produk ekspor agribisnis dari negara berkembang, termasuk Indonesia.
Para konglomerat lain seperti Budi dan Michael Hartono, yang menguasai sektor perbankan melalui BCA dan terjun dalam industri teknologi, juga berpotensi meraih keuntungan dari kebijakan pro-investasi lintas negara yang dapat membuka akses ke berbagai pasar baru di luar negeri. Kemenangan Trump dapat mendorong investasi dari dan ke AS, yang mungkin meningkatkan nilai saham mereka dalam waktu dekat.
Chairul Tanjung, pemilik CT Corp yang bergerak di sektor ritel dan hiburan, juga memiliki peluang ekspansi lebih besar di pasar global di bawah kepemimpinan Trump. Kebijakan Trump yang mendukung sektor pasar bebas global berpotensi memberi ruang bagi CT Corp untuk mengembangkan jaringan ritelnya, termasuk di luar negeri, yang bisa menambah profitabilitas perusahaan.
Achmad Hamami, pemimpin Grup Trakindo yang menyediakan alat berat untuk sektor konstruksi dan pertambangan, juga berada di posisi yang strategis. Jika Trump kembali fokus pada pembangunan infrastruktur AS, permintaan alat berat akan meningkat, sehingga membuka peluang ekspor alat berat dari Trakindo.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










